Sirah Nabawiyah (Bagian 2)
oleh : Al Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al Maqdisy
Ini merupakan lanjutan dari artikel Sirah Nabawiyah Bagian 1
Daftar isi
Paman dan Bibi Rasulullah
a. Rasulullah ﷺ mempunyai 11 orang paman, yaitu :
1.
Al-Harits,
putera tertua Abdul
Muttalib. Sebenarnya al-Harits
ini adalah nama julukan. Banyak di antara putera dan cucunya tergolong Sahabat Rasulullah ﷺ.
2.
Qutsam, saudara seibu Al-Harits. Ia meninggal
ketika masih kecil.
3.
Zubair bin Abdul Muttalib, termasuk pemuka
kaum Quraisy. Puteranya yang bernama
Abdullah bin Zubair ikut berjihad bersama Rasulullah ﷺ pada Perang Hunain dan gugur di Ajnadin. Dia gugur dan bersamanya terdapat
tujuh orang musuh yang
telah dibunuhnya.
Dan diantara puteri Zubair adalah Dhuba’ah binti Zubair, ia termasuk Sahabiyah Rasulullah ﷺ dan Ummul Hakam binti Zubair, termasuk Sahabiyah yang meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ
4.
Hamzah bin Abdul Muttalib, yang bergelar asadullah wa asadu rasulih
(singa Allah dan RasulNya). Saudara sepersusuan
Rasulullah ﷺ. Masuk Islam sejak awal dakwah
Rasulullah ﷺ, kemudian
hijrah ke Madinah.
Turut serta dalam Perang Badar dan Perang
Uhud. Dan gugur dalam
Perang Uhud tersebut. Beliau tidak mempunyai keturunan kecuali seorang puteri.
Baca juga :
Angka 19 Kunci Ke-otentikan Al Qur'an selam 14 Abad
5.
Abul Fadhl, al Abbas bin Abdul Muttalib.
Dia termasuk pemeluk Islam yang taat. Turut serta dalam
hijrah ke Madinah. Usianya hanya
selisih tiga tahun lebih tua dari Rasulullah ﷺ. Meninggal pada tahun 32 H di Madinah, di
saat pemerintahan Khalifah Utsman bin
Affan ra. Dia memiliki 10 orang putera, diantaranya: al Fadhl, Abdullah,
dan Qutsam. Mereka termasuk Sahabat
Rasulullah ﷺ. Diantara
paman-paman Rasulullah ﷺ hanya Hamzah dan Abbas yang masuk Islam
6.
Abu Thalib
bin Abdul Muttalib.
Nama aslinya adalah Abdu Manaf.
Ia saudara Abdullah
(ayah Rasulullah ﷺ) seibu. Termasuk saudara
mereka seibu adalah Atikah yang
bermimpi dalam perang Badar. Ibu mereka adalah Fatimah binti Amr bin Aidz
bin Imran bin Makhzum.
Diantara putera Abu Thalib adalah Thalib, yang meninggal dalam kekafiran. Sementara putera yang lain, yaitu Aqil, Ja’far, Ali, dan Ummi Hani’ termasuk sahabat Rasulullah ﷺ. Nama asli Ummu Hani’ adalah Fakhitah. Ada riwayat lain yang menyebutkan nama aslinya Hindun. Termasuk anak Abu Thalib adalah Jumanah.
7. Abu Lahab bin Abdul Muttalib. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Diberi julukan Abu Lahab karena tampan paras wajahnya. Diantara puteranya adalah Utbah dan Muattab. Keduanya turut serta bersama Rasulullah ﷺ dalam Perang Hunain. Putera yang lain, yaitu Durrah juga termasuk sahabat Rasulullah ﷺ. Sementara putera yang lain, yaitu Utaibah meninggal diterkam Singa di Zarqa, daerah Syam lantaran kekufurannya menolak dakwah Rasulullah ﷺ.
8. Abdul Ka’bah
9. Hijl, nama aslinya al Mughirah
10. Dhirar, saudara
seibu al Abbas
11. Al-Ghaidaq (sang Dermawan), disebut demikian karena ia adalah orang Quraiay yang paling dermawan dan sering memberi makan.
Baca juga :
b. Rasulullah ﷺ memiliki 6 orang bibi, yaitu :
1.
Shafiyyah binti Abdul Mutthalib. Ia masuk
Islam di Makkah kemudian hijrah ke
Madinah. Ia adalah saudara seibu dari Hamzah (paman Rasulullah ﷺ) dan ibu Zubair
bin Awwam, seorang sahabat
Rasulullah ﷺ. Wafat di Madinah pada saat pemerintahan Khalifah
Umar bin Khattab
RA.
2.
Atikah binti Abdul Muthtalib. Dalam sebuah
riwayat disebutkan beliau adalah seorang muslimah.
Bermimpi pada Perang Badar.
Ia adalah istri Abu Umayyah bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Diantara puteranya adalah Abdullah, termasuk sahabat Rasulullah ﷺ, dan
Zuhair dan Qaribah al Kubra
3.
Arwa binti Abdul Mutthalib. Istri Umair bin
Wahb bin Abdi Dar bin Qushayy. Dari
pernikahan ini lahirlah Thulaib bin Umair, salah
seorang Muhajirin senior, turut dalam Perang Badar dan gugur di Ajnadin sebagai
syahid.
4. Umaimah binti Abdul Mutthalib, istri Jahsy bin Riab. Dari pernikahan ini lahirlah Abdullah (yang gugur di Uhud), Abdun yang dikenal dengan Abu Ahmad al A’ma si Penyair, Zaenab (istri Rasulullah ﷺ), Habibah, Hamnah. Mereka semua adalah sahabat Rasulullah ﷺ. Demikian pula Ubaidullah bin Jahsy pada mulanya masuk Islam, tetapi kemudian masuk Kristen dan meninggal di Etheopia dalam keadaan kafir.
5.
Barrah binti Abdul
Mutthalib, istri Abdul
Asad bin Hilal
bin Abdullah bin Umar bin
Makhzum. Dari pernikahan ini lahirlah Abu
Salamah yang nama aslinya adalah Abdullah. Ia adalah suami Ummi Salamah
sebelum diperistri Rasulullah ﷺ. Setelah Barrah
diperistri Abdul Asad,
ia dinikahi Abu Rahm bin Abdul Uzzabin Abu Qois. Dari
pernikahan ini lahirlah Abu Abrah bin Abu Rahm.
6.
Ummu Hakim al Baidha’ binti Abdul Mutthalib,
istri Quraisy bin Rabiah bin Habib bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Dari pernikahan
ini lahirlah Arwa binti Quraiz, ibu dari Utsman bin Affan RA.
Istri-Istri Rasulullah
1. Khadijah binti Khuwailid
Wanita pertama yang dinikahi Rasulullah ﷺ adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab. Saat itu Rasulullah ﷺ berusia 25 tahun. Tatkala turun wahyu pertama kali, Khadijah menjadi wanita yang membenarkan dan mendukung Rasulullah ﷺ. Ia wafat 3 tahun sebelum hijrah. Ada riwayat yang menyebutkan 4 tahun sebelum itu dan ada pula yang menyebutkan 5 tahun sebelumnya.
2. Saudah binti
Zam’ah
Rasulullah ﷺ juga menikahi Saudah binti Zam’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wud bin Nasr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luayyi. Pernikahan tersebut dilakukan Rasulullah ﷺ di Mekah sebelum beliau hijrah ke Madinah. Sebelum dinikahi Rasulullah ﷺ, Saudah adalah seorang istri yang dicerai suaminya, yaitu Sakran bin Amr, saudara Suhail bin Amr. Ketika Rasulullah ﷺ telah menikahi Aisyah, Saudah memberikan jatah hari gilirnya pada Aisyah.
3. Aisyah binti Abu Bakar as Siddiq
Rasulullah menikahi Aisyah binti Abu Bakar as Siddiq di Mekah 2 tahun sebelum hijrah. Ada riwayat yang mengatakan 3 tahun sebelum itu. Saat itu ia baru berusia 6 tahun. Ada yang menyebutkan 7 tahun.Tetapi yang benar adalah 6 tahun. Rasulullah saw menggaulinya baru pada usia 9 tahun. Pada waktu itu Rasulullah ﷺ di Madinah baru 7 bulan. Ada riwayat yang menyebutkan baru 18 bulan. Ketika Rasulullah ﷺ wafat, ia berusia 18 tahun. Ia juga wafat di Madinah tahun 58 Hijiyah dan dimakamkan di Baqi’ atas wasiatnya. Ada riwayat yang menyebutkan wafat tahun 57 H, tetapi yang benar 58 H. Abu Hurairah ra turut menshalati jenazahnya. Rasulullah ﷺ tidak pernah menikahi gadis lain selainnya. Ada riwayat yang menyebutkan ia pernah keguguran, tetapi riwayat ini lemah. Julukannya adalah Ummu Abdillah.
4.
Hafshah binti Umar bin Khatthab
RA
Sebelum menjadi istri Rasulullah ﷺ, Hafshah adalah istri Hunais bin Hudzafah, salah seorang sahabat yang gugur di Perang Badar. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah, namun datanglah Malaikat Jibril dan berkata :“Sesungguhnya Allah menyuruhmu (hai Muhammad) untuk rujuk kembali dengan Hafshah, karena ia rajin puasa, shalat malam dan kelak akan menjadi istrimu di surga“.
Uqbah bin Amir al-Juhani
meriwayatkan: "Rasulullah ﷺ menceraikan Hafshah binti Umar, lalu kabar itu pun sampai ke telinga Umar. Lalu Umar pun menabur kepalanya dengan tanah dan berkata dengan penuh kesedihan: “Allah
sudah tidak peduli lagi pada Umar dan
putrinya setelah peristiwa ini.“ Lalu turunlah
Malaikat Jibril dan berkata: “Sesungguhnya Allah menyuruhmu (hai Muhammad) untuk rujuk kembali
dengan Hafshah, karena
Dia menyayangi Umar.“
Hafshah wafat tahun 27. Ada riwayat yang menyebutkan wafat tahun 28.
5. Ummu Habibah binti Abu Sofyan
Nama aslinya adalah Ramlah binti Shokhr bin Harb bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Hijrah bersama suaminya, Ubaidullah bin Jahsy ke Habasyah. Suaminya berpindah agama menjadi Kristen, sementara ia tetap pada keislaman. Rasulullah ﷺ menikahinya saat ia masih di Habasyah. Negus, raja Habasyah saat itu memberikan mas kawin atas nama Rasulullah ﷺ senilai 400 dinar. Rasulullah ﷺ mengutus Amr bin Umayyah ad Dhomari untuk mengurus pernikahan ini ke Habasyah. Bertindak sebagai wali nikah adalah Usman bin Affan. Ada riwayat yang menyebutkan Khalid bin Said bin As. Ummu Habibah wafat tahun 44 H.
6. Ummu Salamah
Nama aslinya adalah Hindun bin Abu Umayyah bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzh bin Murrah bin Ka’b bin Luayyi bin Ghalib. Sebelum menjadi istri Rasulullah ﷺ, Ummu Salamah adalah istri Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ. Ummu Salamah wafat tahun 62 Hijriah dan dimakamkan di Baqi’, Madinah. Ia adalah istri Rasulullah ﷺ yang paling akhir wafatnya. Tetapi ada yang menyebutkan bahwa yang paling akhir adalah Maimunah.
7. Zaenab binti Jahsy
Zaenab adalah puteri Jahsy bin Riab bin Ya’mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Muad bin Adnan, puteri bibi Rasulullah ﷺ, Umamah bin Abdul Mutthalib. Sebelumnya ia adalah istri Zaid bin Harisah, mantan budak Rasulullah saw yang telah menceraikannya. Kemudian Allah pun menikahkan Rasulullah ﷺ dengannya langsung dari langit, tiada seorang pun yang mengakadkannya. Sebuah riwayat sahih menyebutkan bahwa beliau berkata pada istri-istri Nabi yang lain: “Kalian dinikahkan oleh ayah-ayah kalian, sementara aku dinikahkan langsung oleh Allah dari atas langit ketujuh.“ Ia wafat di Madinah pada tahun 20 H dan dimakamkan di Baqi’
8. Zainab binti Khuzaimah
Zaenab putri Khuzaimah bin al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah. Dijuluki “ibu orang-orang miskin“ karena kedermawanannya
terhadap orang-orang miskin. Sebelumnya menikah dengan Rasulullah ﷺ ia adalah istri Abdullah bin Jahsy. Ada riwayat yang mengatakan ia istri Abdu Thufail bin al-Harits, tetapi pendapat pertama adalah yang sahih. Ia dinikahi Rasulullah ﷺ pada tahun ke 3 H dan hidup bersamanya selama dua atau tiga bulan.
9. Juwairiyah binti
al-Harits
Juwairiyah putri al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin A’idz bin Malik bin al-Musthalik al-Khuzaiyah. Ia sebelumnya adalah tawanan perang pada perang bani Musthalik dan menjadi milik Tsabit bin Qais bin Syimas. Tsabit lalu menawarkan pembebasannya dengan syarat ia dapat membayar tebusannya. Kemudian Rasulullah ﷺ membayar tebusannya dan menikahinya di tahun 6 H. Ia wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 56 H.
10. Shafiyyah binti Huyay
Shafiyyah binti Huyyay bin Akhtab bin Abi Yahyabin Kaab bin al-Khazraj an-Nadhriyyah keturunan dari Nabi Harun bin Imran – saudara nabi Musa- alaihimassalam. Menjadi tawanan pada perang Khaibar tahun 7 H. Sebelummya ia adalah istri Kinanah bin Abi al-Huqaiq yang dibunuh atas perintah Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ membebaskan Shafiyyah dan menikahinya serta menjadikan pembebasannya sebagai mas kawinnya. Wafat pada tahun 30 H atau menurut riwayat lain tahun 50 H.
11. Maimunah binti al-Harits
Maimunah binti al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Harm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah bibi dari Khalid bin Walid dab Abdullah bin Abbas. Rasulullah ﷺ menikahinya di tempat yang bernama Sarif suatu tempat mata air yang berada sembilan mil dari kota Mekah. Ia adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah ﷺ. Wafat di Sarif pada tahun 63 H.
Inilah istri-istri Rasulullah ﷺ berjumlah sebelas orang, sementara terdapat tujuh orang lagi yang beliau nikahi, tetapi tidak beliau gauli.
Pembantu-Pembantu Rasulullah ﷺ
- Hindun dan Asma’ yang keduanya putra Haritsah al Aslami,
- Rabiah bin Ka’b al Aslami.
-
Abdullah bin Mas’ud yang dikenal sering
membawakan sandal Rasulullah ﷺ. Jika beliau hendak pergi Abdullah
membantu mengenakannya, bila beliau duduk Abdullah memegang
di tangannya hingga beliau akan beranjak pergi.
- Uqbah bin Amir al Juhani yang senantiasa setia menuntun bagal (peranakan kuda dan keledai) beliau dalam perjalanan.
- Bilal bin Rabah, yang biasa bertugas adzan.
- Saad, bekas budak Abu Bakar as Shiddik.
- Dzu Mihmar, keponakan Raja Najasyi. Ada riwayat yang menyebutkan namanya Mihbar.
- Bukair bin Suddakh al Laytsi. Ada yang menyebut namanya Bakr
- Abu Dzar al Ghifari
Budak-Budak yang Beliau Bebaskan
- Zaid bin Haritsah bin Surahbil al Kalbiy,
-
Usamah bin Zaid, putra Zaid bin Haritsah,
sehingga Usamah disebut kekasih
putra kekasih.( Usamah putra Zaid, dan keduanya
disayangi Rasulullah ﷺ).
- Tsauban bin Bujdad, dia keturunan Yaman
-
Abu Kabsyah, lahir di Mekah.
Dalam riwayat lain, disebutkan namanya Sulaim, dan lahir di Daus.
Beliau gugur dalam Perang Badar.
-
Anasah, lahir di Suroh
-
Shaleh
-
sukron
-
Rabah
-
Aswad
-
Yusar
- Nubiy
-
Abu Rafi, ada yang menyebut Ibrahim.
Sebelumnya dia adalah budak al-Abbas,
lalu dihadiahkan kepada Rasulullah ﷺ dan beliau bebaskan
-
Abu Muwaihibah, yang lahir di Muzainah
- Fadhalah, tinggal
di Syam
-
Rafi’. Dahulu dia adalah budak Said
bin al-As yang diwariskan kepada putera-puteranya. Di antara mereka ada yang membebaskan,
ada pula yang menahannya. Lalu datanglah Rafi
kepada Rasulullah ﷺ meminta pertolongan untuk
dibebaskan, lalu beliau bebaskan.
Sehingga dia berkata: “Saya adalah budak yang dibebaskan Rasulullah ﷺ.”
-
Mid’am,
- Aswad, yang diperoleh Rasulullah ﷺ dari Rifa’ah bin Zaidal Judzami. Dia lahir di Hisma dan terbunuh di Lembah Qura.
Baca juga :
Metode Cepat Mengenal Hukum Mim Sukun (Ikhfa Syafawi, Idzhar Syafawi dan Iidgham Mimi
Seputar Hukum Tajwid dalam Membaca Al Qur'an
-
Kirkirah,
dahulu ia adalah
pelayan Rasulullah ﷺ bila beliau dalam perjalanan
-
Zaid, kakek Hilal
bin Yasar bin Zaid
-
Ubaid
-
Thahman alias Kaisan alias Mihran
alias Dzakwan alias
Marwan
-
Ma’bur al Qibti, Rasulullah ﷺ mendapatkannya dari al Muqouqis
- Waqid, Abu Waqid, Hisyam, Abu Dhumairah, Hunain,
Abu ‘Ashib (nama aslinya Ahmar), dan Abu Ubaid.
-
Safinah, dulu ia budak Umi Salamah, istri
Rasulullah ﷺ. Lalu oleh Umi
Salamah ia dibebaskan dengan syarat ia harus menjadi pelayan Rasulullah ﷺ selama hidupnya.Ia pun berkata kepada
Umi Salamah: “Sekalipun Engkau tidak memeberi
syarat tersebut, aku tidak ingin berpisah dengan Rasulullah ﷺ.
Itulah para budak yang dikenal dalam sejarah, bahkan ada yang menyebutkan jumlah mereka mencapai 40 orang.
Sementara dari kalangan budak wanita yang beliau bebaskan, diantaranya adalah:
-Salma Ummu Rafi,
- Barakah Ummu Aiman, dia diperoleh Rasulullah ﷺ sebagai warisan dari ayah beliau. Dia adlah ibu Usamah
bin Zaid
-
Maimunah binti Saad
- Khadirah
- Radwa
