Seputar Hukum Tajwid dalam Membaca Al Qur'an
1.Pengertian tajwid
Tajwīd
(تجويد
(secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan
membaguskan, tajwid berasal dari kata Jawwada (دّجو-دّيجو-تجويدا (dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qira‟ah,
tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat
yang dimilikinya (Lim Abdurrohim Acep, 2007: 28). Jadi ilmu tajwid adalah suatu
ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf
yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur‟an maupun bukan. Sebagian besar ulama
mengatakan, bahwa tajwid itu adalah suatu cabang ilmu yang sangat penting untuk
dipelajari sebelum mempelajari ilmu Qira‟at Al-Qur‟an. Ilmu tajwid adalah
pelajaran untuk memperbaiki bacaan Al-Qur‟an. Ilmu tajwid itu diajarkan sesudah
pandai membaca huruf Arab dan telah dapat membaca Al-Qur‟an sekedarnya. (Tombak
Alam, 1994: 15) Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah
makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf),
ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan
pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida‟ (memulai 15 dan menghentikan bacaan)
dan al-Khat al-Utsmani. (Al-Mahmud, 2004: 56- 65).
Secara
bahasa, tajwid berarti al-tahsin atau membaguskan. Sedangkan menurut istilah
yaitu, mengucapkan setiap huruf sesuai dengan makhrajnya menurut sifat-sifat
huruf yang mesti diucapkan, baik berdasarkan sifat asalnya maupun berdasarkan
sifat-sifatnya yang baru. Sebagian ulama yang lain mendefinisikan tajwid
sebagai berikut : “Tajwid ialah mengucapkan huruf (Al-Qur‟an) dengan tertib
menurut yang semestinya, sesuai dengan makhraj serta bunyi asalnya, serta
melembutkan bacaannya sesempurna mungkin tanpa berlebihan ataupun dibuat-buat”.
Rasulullah bersabda: "Bacalah olehmu Al-Qur'an, maka sesungguhnya ia akan
datang pada hari kiamat memberi syafaat/pertolongan ahli-ahli Al-Qur'an (yang
membaca dan mengamalkannya)." (HR. Muslim). Tajwid adalah membaguskan
bacaan, huruf-huruf, kalimat-kalimat AlQur‟an satu persatu dengan teratur
perlahan dan tidak terburu-buru sesuai dengan hukum-hukum tajwid. (Fahrurrosi,
2012: 25) Jadi yang dimaksud dengan tajwid disini adalah rangakaian aturan yang
mengatur tentang cara membaca huruf, kalimat supaya bacaan menjadi teratur dan
sesuai menurut kaidah yang telah ditentukan.
2.Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Mempelajari ilmu
tajwid adalah fardhu kifayah. Fardu kifayah sendiri artinya yaitu status hukum
dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan, tetapi bila sudah
dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Sedangkan membaca
Al-Qur'an menurut ketentuan ilmu tajwid hukumnya fardhu ain. Fardhu ain adalah
status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh
seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan
aktivitas yang hukumnya fardu ain adalah berdosa. Pada saat di bangku sekolah
kita sering sekali mempelajari ilmu tajwid karna penting, agar bacaan Alquran
kita benar dan bagus.
Macam-macam tajwid dan contohnya
1. 1. Hukum Nun Sukun dan Tanwin
Nun
sukun dan tanwin adalah hukum bacaan nun mati bertemu dengan salah satu huruf
yang sudah dibagi dalam beberapa kategori. Hukum nun sukun dan tanwin ada lima
macam yaitu, izar halqi, idgham bighunnah, idghom bilaguhunnah, iqlab, dan ikfa
haqiqi. - Izar halqi
Izhar
halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah
satu huruf izhar halqi. Izhar secara bahasa artinya jelas dan halqi sendiri
berarti tenggorokan. Adapun huruf-huruf yang dimaksud yaitu Alif atau Hamzah,
Kha','Ain, Ha', Ghain, Ha'. Cara membaca nun sukun ketika bertemu huruf
tersebut adalah terang, jelas dan pendek, bunyi suaranya tetap jelas, tidak
samar, dan tidak mendengung.
- Iqlab
Iqlab
adalah suatu hukum bacaan Alquran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin
bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf Ba'. Di dalam bacaan ini, bacaan nun
mati atau tanwin tidak lagi dibaca sebagai nun atau tanwin berubah menjadi
bunyi huruf mim. - Ikhfa Haqiqi
Ikhfa
berarti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau
tanwin bertemu dgn huruf-huruf ikhfa (Ta', Tha', Jim, Dal, Dzal, Zay, Sin,
Syin, Sod, Dhod, Fa', Qof, Kaf). Jika bertemu dengan huruf-huruf tersebut maka
nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca samar atau antara bacaan Izhar dan
bacaan Idgham.
- Idgham Bighunnah
Idgham
bighunnah adalah hukum bacaan yang melebur dan disertai dengungan atau yang
berarti memasukkan salah satu huruf nun mati atau tanwin ke dalam huruf
sesudahnya dan lafal dari idgham bighunnah tersebut haruslah mendengung jika
bertemu empat huruf yaitu Nun, Mim, Wau, Ya'.
- Idgham Bilaghunnah
2. Hukum Mim Mati
Hukum
bacaan mim mati adalah jenis tajwid yang didasarkan pada pertemuan mim mati
dengan huruf tertentu. Ada tiga macam hukum mim mati yaitu ikfa syafawi, izhar
syafawi, dan idgham mimi.
- Ikhfa syafawi
Ikhfa
syafawi dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan didengungkan.
Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi. Perbedaannya adalah ikhfa syafawi
bukan nun mati yang bertemu dengan huruf ikhfa melainkan huruf mim mati yang
bertemu dengan huruf ba'.
- Izhar Syafawi
Hukum
bacaan ini berlaku apabila huruf mim mati bertemu salah satu huruf hijaiyyah
selain huruf mim dan huruf ba'. Izhar Syafawi harus dilafalkan dengan jelas
pada bibir sambil menutup mulut.
- Idgham Mimi
Idgham
mimi atau idgham mutamasilain ini sangat mudah diingat yakni ketika huruf mim
mati bertemu dengan huruf mim dan cara melafalkan bacaannya tersebut adalah
membaca huruf mim rangkap secara mendengung.
3. Hukum Tajwid Idgham
Ada tiga macam tajwid idgham yang berbeda
karena perbedaan makhroj dan sifatnya. Ini meliputi idgham mutamathilain,
idgham mutaqaribain, dan idgham mutajanisain.
- Idgham Mutamathilain
Idgham
mutamathilain adalah hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu
dengan huruf yang sama misalnya dal beertemu dengan dal maka cara membacanya
huruf sukun dilebur ke huruf berikutnya (dibaca tasydid) tanpa ditahan.
- Idgham Mutaqaribain
Idgham Mutaqaribain adalah bertemunya dua
huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama, seperti huruf Mim bertemu Ba',
huruf Kaf bertemu Qaf. Idgham Mutaqaribain terdiri dari dua kata yaitu Idgham
dan Mutaqaribain. Idgham artinya memasukkan, sedangkan Mutaqaribain artinya dua
huruf yang berdekatan. Cara membaca nya adalah dengan memasukkan huruf pertama
(sukun) ke dalam huruf kedua.
- Idgham Mutajanisain
Idgham
Mutajanisain adalah hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama
tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti huruf Ta' bertemu Tha, Lam bertemu
Ra' serta Dzal dan huruf Zha.
4. Hukum Tajwid Qalqalah
Qalqalah artinya pantulan suara dengan
tiba-tiba. Sehingga terdengar suara membalik atau terdengar getaran suara. Ada
lima huruf qalqalah yakni ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق) atau dapat disingkat dengan
qatbujadin.
Ada dua jenis qalqalah yaitu qalqalah sugra dan qalqalah kubra.
- Qalqalah Sugra
Qalqalah Sugra adalah
bila ada huruf qalqalah yang berada di tengah lafal dengan harakat sukun. Cara
membaca qalqalah sugra dipantulkan dengan tidak terlalu kuat.
- Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra adalah
bila ada huruf qalqalah yang berada di akhir lafal, baik karena harakat sukun,
fathah, kasrah, damah, dan tanwin tetap dibaca waqaf. Cara membaca qalqalah
kubra lebih baik dipantukan dengan cukup kuat.
