Sirah Nabawiyah (Bagian 1)
oleh : Al Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al Maqdisy
ﺑﺴــــــــﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﲪﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
`Syekh Imam Al-Hafiz Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy –semoga Allah l meridhainya- berkata: Segala puji bagi Allah l pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bisa membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ pemimpin para nabi dan rasul, keluarga dan para sahabatnya yang mulia.
Amma ba’du, ini adalah ringkasan dari sejarah Rasulullah Muhammad ﷺ yang penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Harapan kami, semoga ia bermanfaat untuk para pembaca.
Daftar isi
- 1 Nasab Rasulullah ﷺ
- 2 Ibu Rasulullah ﷺ.
- 3 Kelahiran Rasulullah ﷺ.
- 4 Kematian ayah, ibu, dan kakeknya
- 5 Penyusuan Muhammad
- 6 Nama-nama Rasulullah ﷺ
- 7 Masa kecilnya di Mekah, perjalanannya menuju Syam bersama pamannya Abu Thalib dan pernikahannya dengan Khadijah
- 8 Hijrah Rasulullah
- 9 Wafatnya
- 10 Putra-putri Rasulullah ﷺ
- 11 Haji dan Umrah Rasulullah ﷺ
- 12 Peperangan Rasulullah ﷺ
- 13 Penulis-penulis Wahyu dan Utusan-utusan Rasulullah ﷺ
Nasab Rasulullah ﷺ
Beliau adalah Abu al-Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdimanaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaima bin Mudrikah bin Ilyas bin bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim "Kekasih Allah" (alaihima as-salam) bin Tarih atau Azar bin Nahur
bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh (alaihis salam) bin Lamk bin Mutusyalkh bin Akhnukh -- yaitu Nabi Idris keturunan Nabi Adam yang pertama menjadi nabi dan yang menulis dengan pena -- bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam alaihissalam.
Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Yang dimaksud Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.
Ibu Rasulullah ﷺ.
Ibunya adalah Aminah binti Wahb bin Abdimanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib.
Kelahiran Rasulullah ﷺ.
Beliau dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah bulan Rabiul Awal, tanggal dua, hari Senin.
Sebagian ulama mengatakan bahwa beliau dilahirkan setelah tiga puluh tahun dari tahun gajah. Sebagian lagi mengatakan setelah empat puluh tahun dari tahun gajah. Pendapat yang benar adalah pada tahun gajah.
Kematian ayah, ibu, dan kakeknya
Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia dua puluh delapan bulan. Menurut sebagian ulama usianya tujuh bulan ketika ayahnya meninggal. Ada lagi yang berpendapat bahwa ayahnya meninggal di perkampungan an-Nabighah ketika ia masih janin. Dan dikatakan pula bahwa ayahnya wafat di daerah Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Abu Abdillah Zubair bin Bakkar az-Zubairi berkata: Abdullah bin Abdul Mutthalib wafat di Madinah ketika Muhammad berusia dua bulan.
Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun. Sementara kakeknya meninggal dunia ketika usia Muhammad delapan tahun. Dikatakan pula bahwa ibunya wafat ketika ia berusia enam tahun.
Baca juga
Penyusuan Muhammad
Muhammmad disusui oleh Tsuwaibah budak Abu Lahab bersama dengan penyusuan Hamzah bin Abdul Mutthalib dan Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi dengan air susu anaknya yang bernama Masruh.
Kemudian Muhammad disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib as- Sa’diyah.
Nama-nama Rasulullah ﷺ
Jubair bin Mut’im berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Saya adalah Muhammad, saya adalah Ahmad, saya adalah al-Mahi yang dengan sebabku Allah l menghapus kekufuran, saya adalah al-Hasyir yang mengumpulkan manusia, saya adalah al-A’qib yang tidak ada nabi lagi setelahku.’” (Hadits sahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Abu Musa Abdullah bin Qais berkata: “Rasulullah ﷺ memberikan dirinya beberapa nama di antaranya ada yang kami hafal. Beliau mengatakan: ‘Saya Muhammad, saya Ahmad, saya al-Muqaffi, saya Nabi taubat dan Nabi rahmat.’ Dalam riwayat lain: ‘dan Nabi peperangan.’ Hadits sahih diriwayatkan oleh Muslim.
Jabir bin abdillah berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Saya Ahmad, saya Muhammad, saya al-Hasyir (yang mengumpulkan), saya al- Mahi (yang dengan sebabku Allah l menghapus kekefuran), dan pada hari kiamat nanti panji kemuliaan berada di tanganku. Aku pemimpin para rasul dan pemilik syafaat mereka."
Allah l memberikan nama kepadanya di dalam Al-Quran dengan nama Basyir (pembawa kabar baik), Nadzir (pembawa berita buruk), Rauf (lemah lembut), Rahim (penyayang), dan Rahmatan lilalamin (pembawa rahmat buat alam semesta).
Masa kecilnya di Mekah, perjalanannya menuju Syam bersama pamannya Abu Thalib dan pernikahannya dengan Khadijah
Muhammad dalam keadaan yatim piatu diasuh oleh kakeknya Abdul Mutthalib kemudian
oleh pamannya Abu Thalib.
Allah l mensucikannya dari kotoran-kotoran jahiliyah dan dari semua aib. Allah l menganugerahkan semua sifat-sifat yang baik sehingga Beliau dikenal di kalangan kaumnya dengan julukan Al- Amin (orang yang jujur) karena amanah, kejujuran dan kesuciannya. Ketika usianya mencapai dua belas tahun ia mengadakan perjalanan ke Syam bersama pamannya. Ketika sampai di Bushra seorang pendeta bernama Bahira melihatnya. Ia mengenalnya dengan ciri-ciri yang ada pada Muhammad. Buhaira mendatangi Muhammad, mengambil tangannya dan berkata: “Inilah tuan untuk semesta alam, inilah utusan Rabb semesta alam, inilah nabi yang akan diutus untuk semesta alam.” Buhaira ditanya: “Dari mana kamu tahu hal ini?” Ia berkata: “Sesungguhnya ketika kalian datang dari Aqabah tidak ada pepohonan dan bebatuan kecuali semuanya sujud. Dan ini tidak dilakukan kecuali kepada nabi. Dan kami mendapatkan hal ini dari kitab suci kami.” Kemudian ia meminta Abu Thalib untuk kembali bersamanya karena khawatir terhadap kejahatan orang-orang Yahudi kepadanya.
Kemudian Muhammad mengadakan perjalanan ke Syam yang kedua kali bersama Maysarah budak Khadijah ra untuk berniaga di pasar kota Bushra sebelum Khadijah dinikahi oleh Muhammad.
Ketika Muhammad berusia dua puluh lima tahun ia menikahi Khadijah. Dan ketika usianya empat puluh tahun Allah l memilihnya untuk membawa risalah-Nya. Jibril mendatanginya ketika Muhammad berada di gua Hira yang terletak di sebuah gunung di Makkah. Semnejak itu jadilah ia sebagai Rasullullah. Beliau berdakwah di Mekah selama tiga belas tahun, menurut pendapat lain lima belas tahun atau sepuluh tahun, pendapat yang benar adalah tiga belas tahun.
Rasulullah ﷺ shalat menghadap Baitul Maqdis selama di Makkah tanpa membelakangi Ka’bah tetapi menjadikan Ka’bah di depannya. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama tujuh belas atau enam belas bulan.
Hijrah Rasulullah
Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar as-Siddiq RA dan budaknya Amir bin Fuhairah serta seorang penunjuk jalan Abdullah bin al-Uraiqit al-Laitsi yang masih kafir. Selanjutnya Rasulullah ﷺ berdakwah di Madinah selama sepuluh tahun.
Wafatnya
Rasulullah ﷺ wafat dalam usia enam puluh tiga tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan Beliau wafat dalam usia enam puluh lima atau enam puluh, namun pendapat pertama adalah pendapat yang benar.
Rasulullah ﷺ wafat pada waktu dhuha hari Senin dua belas Rabiul Awal. Pendapat lain mengatakan tanggal dua atau tanggal satu Rabiul Awal.
Beliau dimakamkan pada malam Rabu. Pendapat lain mengatakan malam Selasa. Sebelum wafat, Rasullullah ﷺ menderita sakit selama dua belas atau empat belas hari.
Rasulullah ﷺ dimandikan oleh Ali bin Abi Thalib, pamannya Abbas, al-Fadhl bin Abbas, Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syuqran serta dihadiri pula oleh Aus bin Khaula al-Anshari.
Beliau dikafani dengan tiga lapis kain putih yang dibuat di Sahul -- sebuah negeri di Yaman --, tanpa gamis dan sorban. Kemudian kaum muslimin menshalatinya sendiri-sendiri tanpa jamaah.
Jasad Rasulullah ﷺ diletakkan di atas sehelai kain merah yang dipakainya untuk selimut lalu dimasukkan ke dalam kubur oleh Abbas, Ali, al-Fadhl, Qutsam dan Syuqran kemudian ditutup dengan sembilan batu.
Rasulullah ﷺ dimakamkan di tempat Beliau wafat yaitu sekitar tempat tidurnya di kamar Aisyah RA dan di tempat itu pula dimakamkan Abu Bakar RA dan Umar RA.
Putra-putri Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ memilik tiga orang putra yaitu:
1.
Al-Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum
Muhammad diangkat menjadi Nabi.
Al-Qasim meninggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun menurut Qatadah,
Al-Qasim meninggal ketika
ia sudah bisa berjalan.
2.
Abdullah, dinamakan juga dengan at-Thayyib
(yang baik) dan at-Thahir (yang suci)
karena ia dilahirkan sesudah Islam. Ada pendapat
yang mengatakan bahwa at-Thayyib dan at-Thahir
ini adalah putra Rasulullah ﷺ yang lain, namun pendapat pertama adalah yang benar.
3.
Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah
tahun sepuluh hijriah pada usia
tujuh belas atau delapan belas bulan. Ada pendapat yang mengatakan Rasulullah ﷺ memiliki putra lain yang bernama
Abdul Uzza tapi pendapat ini sangat lemah karena Allah l telah mensucikan dan melindungi Nabi ﷺ dari hal demikian (penamaan
anak Abdul Uzza yang berarti hamba Uzza nama salah
satu berhala Quraisy-pentj.)
Rasulullah ﷺ memiliki putri :
1. Zainab, menikah dengan Abu Al-Ash bin Rabi’ bin Abdul Uzza bin Abdul Syams sepupu Zainab, karena ibunya adalah Hala binti Khuwailid (saudara dari Khadijah binti Khuwailid). Zainab mempunyai anak bernama Ali yang meninggal waktu kecil dan Umamah yang digendong oleh Nabi ﷺ waktu shalat dan setelah dewasa menikah dengan Ali bin Abi Thalib setelah Fatimah wafat.
2.
Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
Dari pernikahan tersebut Fatimah
melahirkan Hasan, Husain, Muhassin yang meninggal
waktu kecil, Ummu Kultsum yang menikah dengan
Umar bin Khattab, dan Zainab yang menikah dengan Abdullah bin Ja’far
bin Abi Thalib.
3.
Ruqayyah, menikah dengan Ustman bin Affan.
Meninggal di pangkuan Ustman.
Ustman lalu menikahi
Ummu Kultsum (adik Ruqayyah) yang juga meninggal
di pangkuannya. Ruqayyah
memiliki seorang putra yang bernama
Abdullah sehingga Ustman
dipanggil dengan kunyah Abu Abdullah.
Putri-putri Rasulullah ﷺ empat orang tanpa ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini sedangkan putra-putranya tiga orang berdasarkan pendapat yang benar.
Urutan putra-putri Rasulullah ﷺ adalah sebagai berikut: Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Fatimah, Ummu Kultsum, Abdullah, dan Ibrahim yang lahir di Madinah. Semuanya adalah putra-putri dari Khadijah kecuali Ibrahim yang lahir dari Maria Al-Qibtiyah dan semuanya meninggal sebelum Muhammad menjadi rasul kecuali Fatimah yang meninggal enam bulan setelah kematian Rasulullah ﷺ.
Haji dan Umrah Rasulullah ﷺ
Hammam bin Yahya meriwayatkan dari Qatadah ia berkata: Saya bertanya kepada Anas: “Berapa kali Nabi ﷺ melaksanakan haji?”
Anas menjawab: “Satu kali dan umrah empat kali. Pertama ketika dihalangi kaum musyrikin, kedua tahun berikutnya ketika mengadakan perjanjian (Hudaibiah), ketiga umrahnya dari Ji’ranah setelah membagikan harta rampasan perang Hunain dan yang keempat umrahnya bersama haji” (Hadits Muttafaq alaih) Kesemuanya ini setelah hijrah ke Madinah. Adapun haji dan umrah yang dilakukan Nabi ﷺ ketika di Makkah tidak diketahui. Dan haji yang dilakukannya adalah haji wada (perpisahan), yaitu ketika Nabi ﷺ menyatakan salam perpisahan kepada umatnya dan berkata: “Mungkin kalian tidak akan melihatku lagi setelah tahun ini.”
Peperangan Rasulullah ﷺ
Menurut pendapat masyhur yang dikatakan Muhammad bin Ishak, Abu Ma’syar, Musa bin Uqbah dan yang lainnya Rasulullah ﷺ mengikuti langsung dua puluh lima peperangan. Dan ada yang mengatakan dua puluh tujuh peperangan. Sedangkan jumlah pengiriman pasukan dan peperangan yang tidak diikuti Nabi ﷺ sekitar lima puluhan.
Di antara dua puluh lima peperangan tersebut yang terjadi pertempuran sebanyak sembilan kali yaitu di Badar, Uhud, Khandak, Bani Quraizhah, Mushthaliq, Khaibar, Fathu Makkah, Hunain dan Thaif. Ada yang mengatkan terjadi pertempuran juga di Wadil Qura, al-Ghaba dan Bani Nadhir.
Penulis-penulis Wahyu dan Utusan-utusan Rasulullah ﷺ
Abdullah bin Arqam az-Zuhri, Ubay bin Kaab, Tsabit bin Qais bin Syammas, Khalid bin Said al-Ash, Hanzhalah bin Rabi’, al-Asadi, Zaid bin Tsabit, Muawiyah bin Abu Sofyan, dan Syurahbil bin Hasanah. Muawiyah bin Abu Sofyan dan Zaid bin Tsabit adalah yang paling sering dan khusus dalam menulis wahyu.
Rasulullah ﷺ mengutus:
1.
Amr bin Umayyah
ad-Dhamri ke raja Najasyi bernama
Ashamah yang berarti
pemberian. Najasyi menerima
surat Rasulullah ﷺ dan meletakkannya diantara
kedua matanya lalu turun dari
singgasananya dan duduk di atas lantai. Ia pun
masuk Islam dihadapan
Ja’far bin Abi Thalib dan para sahabatnya. Nabi ﷺ melaksanakan shalat gaib ketika ia wafat. Diriwayatkan bahwa kuburannya
selalu memancarkan cahaya.
2.
Dihyah bin Khalifah diutus ke Kaisar Romawi
Heraklius. Ia bertanya tentang
Rasulullah ﷺ
dan meyakini
kebenaran risalahnya. Ia pun ingin memeluk Islam tapi orang-orang Romawi tidak menyetujuinya
lalu ia mengurungkan niatnya karena takut
kehilangan kekuasaannya.
3.
Abdullah bin Huzafah as-Sahmi diutus ke Kisra
Raja Persia. Setelah menerima surat
Nabi saw ia merobek-robek suart itu. Nabi
saw lalu berdoa; “Semoga Allah menghancurkan kerajaannya.” Allah mengabulkan doa tersebut dan menghancurkan kerjaannya dan kaumnya.
4.
Hatib bin Abi Baltaah al-Lahkmi
diutus ke Muqauqis
Raja Alexandria dan Mesir. Ia pun menerima
dan berkata baik tetapi tidak masuk Islam. Ia memberi
Nabi ﷺ hadiah budak
yaitu Maria al-Qibtiyah dan saudarinya Sirin. Nabi ﷺ memberikan Sirin kepada Hassan bin Tsabit dan melahirkan anaknya yang bernama Abdurrahman bin Hassan.
5.
Amr bin al-Ash diutus ke Raja Oman Jaifar dan
Abd putera Julandi dari Azd. Keduanya
pun beriman dan memeluk Islam serta membiarkan Amr mengambil zakat dan mengatur
pemerintahan. Dan Amr menetap disana sampai Rasulullah ﷺ wafat.
6.
Salith bin Amr bin al-Amiri diutus ke Yamamah
menemui Haudzah bin Ali
al-Hanafi. Ia pun memuliakannya dan menulis
kepada Nabi ﷺ : “Alangkah mulia dan indahnya ajaran yang kau serukan. Saya adalah penyeru
dan penyair kaumku.
Berikanlah aku sebagian kekuasaan“. Rasulullah ﷺ tidak mau mengabulkan
keinginannya dan ia pun tidak masuk Islam dan
wafat ketika fathu mekah.
7.
Syuja bin Wahb al-Asadi diutus ke Harits bin
Abi Syamr al- Ghassani raja Balqa suatu daerah di Syam. Syuja berkata:“Setibanya aku disana ia sedang berada didataran renda Damaskus lalu membaca surat Nabi saw dan membuangnya seraya berkata: Saya akan
datang kepadanya. Tapi Kaisar
mencegahnya.
8.
Abu Umayyah al-Makhzumi diutus ke al-Harits
al-Himyari salah seorang pembesar Yaman.
9.
Al-Ala’ bin al-Hadromi diutus ke Munzir bin
Sawa al-Abdi raja Bahrain dan membawa surat Nabi ﷺ yang menyerukan kepada
agama Islam, ia pun masuk
Islam.
10.
Abu Musa al-Asyari dan Muadz bin Jabal
al-Anshari diutus ke Yaman menyeru
kepada Islam. Penduduk Yaman dan para penguasanya pun masuk Islam
tanpa pertempuran.
