Negeri Istimewa : Makkah Al Mukarromah
Daftar isi
- 1 DASAR
- 2 Makna Ayat Secara Umum
- 3 Makkah Al-Mukarramah Terletak di Tengah Dunia
- 4 Makkah Markas Muktamar Umat Islam Seluruh Dunia
- 5 Ka'bah Kiblat Untuk Semua Kaum Muslimin
- 6 Makkah Negeri yang Aman dari Kerusuhan dan Bencana
- 7 Makkah Negeri yang Paling Dicintai Allah
- 8 Negeri yang Melimpah Rizqinya
- 9 Keutamaan Beribadah di Kota Makkah
- 10 Keutamaan Shalat di Masjidil Haram
- 11 Keutamaan Orang yang Umrah dan Haji
- 12 Keutamaan Thawaf di Ka'bah
- 13 Keutamaan Maqam Ibrahim
- 14 Keutamaan Hajar Aswad
- 15 Keutamaam Al-Multazam
- 16 Keistimewaan Air Zamzam
- 17 Adab Tinggal di Tanah Suci Haram
- 18 Orang Kafir Dilarang Masuk Kota Makkah
- 19 Bahaya Berbuat Kejahatan di Kota Makkah
DASAR
Allah
عزّوجلّ berfirman:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى
لِلْعَالَمِينَ . فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ
آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا
وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat
beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan
menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya
terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah
itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang
sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban
haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta
alam. (QS Ali 'Imraan
[3]: 96-97)
Makkah al-Mukarramah terletak di tengah dunia. la merupakan markaz ibadah umat Islam seluruh dunia, pusat ilmu din dan ahli iman, negeri yang paling aman, dan tidak tertandingi keistimewaannya.
Makna Ayat Secara Umum
Imam ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله berkata: "Rumah yang pertama
kaii dibangun untuk manusia seluruh dunia untuk ibadah, shalat, thawaf, dan
i'tikaf mereka adalah Ka'bah, dibangun oleh Nabi Ibrahim عليه السلام atas perintah Allah عزّوجلّ. Ada dua kelompok. yaitu Yahudi dan Nashrani, mereka mengaku beragama
Nabi Ibrahim عليه السلام,
tetapi mereka tidak mau haji padahal itu perintah Allah عزّوجلّ. Negeri
Makkah ini disebut al-Barakah (karena banyak kebaikan di dalamnya). Al-Imam
Ahmad رحمه الله berkata: Abu
Dzar رضي الله عنه bertanya
kepada Rasuiullah صلى الله عليه وسلم: Wahai
Rasulullah, masjid apa yang pertama kali dibangun di permukaan bumi?' Beliau
meniawab: 'Masjidil Haram.' Abu Dzar bertanya lagi: 'Lalu masjid apa lagi?' Beliau menjawab:
'Masjidil Aqsha.' Abu Dzar رضي الله عنه bertanya:
'Berapa jarak-nya?'
Beliau meniawab: 'Empat puluh
tahun.' Abu Dzar bertanya: Mana
lagi?' Beliau
berkata: 'Di mana saja kamu berada menjumpai waktu shalat, maka shalatlah
karena semua bumi ini tempat shalat.' (HR Ahmad dan al-Bukhari 12/35)." (Tafsir
Ibnu
Katsir 2/77)
Makkah Al-Mukarramah Terletak di Tengah Dunia
Ahmad Muhammad Ilyas Abdul Ghani dan Mu'awiyah Muhammad
Ilyas Abdul Ghani berkata: "Makkah adalah pusarnya dunia, al-Ustadz Husain
Kamaluddin Ahmad berkata: 'Makkah al-Mukarramah berada di tengah dunia, Makkah
adalah markaz seluruh dunia. Setelah diadakan penelitian dan penentuan tapal
batas tujuh benua berdasarkan peta dunia, maka ditemukan bahwa batas luar untuk
semua benua meliputi satu putaran dan pusarnya di Makkah al-Mukarramah.
Maksudnya, Makkah adalah markaz di tengah dunia, tanah yang kering di atas
permukaan bola bumi.'" (Tarikhu Makkah al-Mukarramah 1/8)
Negeri ini juga dijadikan oleh Allah عزّوجلّ pusat bertemunya umat Islam seluruh
dunia agar saling mengenal dan saling menolong tatkala beribadah kepada Allah.
Allah عزّوجلّ berfirman:
جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ
Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia. (QS al-Maa’idah [5]: 97)
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Allah menjadikan
Ka'bah yang mulia ini menjadi sebab sempurna agama dan urusan dunia mereka,
dihapus dosa mereka, mendapat karunia yang banyak, dan terhindar dari bahaya,
mereka datang dari segala penjuru dunia saling mengenal dan saling
menolong." (Taisir al-Karimur Rahman 1/244)
Makkah Markas Muktamar Umat Islam Seluruh Dunia
Kita tidak menjumpai negara di dunia yang diziarahi oleh
umat Islam seluruh dunia, tempat bertemu mereka beribadah kepada Allah عزّوجلّ selain kota Makkah dan Madinah. Ini
menunjukkan bukti kebesaran kekuasaan Allah عزّوجلّ dan bukti kebenaran al-Qur'an.
Allah عزّوجلّ berfirman:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ
مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang
kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS al-Hajj [22]: 27)
Allah عزّوجلّ berfirman:
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ
أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ
بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan
yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar
kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang
di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat
tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara shalatnya.
(QS al-An'aam [6]: 92)
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Kami (Allah عزّوجلّ) menurunkan al-Qur'an agar engkau
(Muhammad) memberi peringatan induknya negeri yaitu kota Makkah yang mulia dan
penduduk sekitar negeri ini dari bangsa Arab dan semua negeri, ingatkan mereka
akan siksa Allah عزّوجلّ jika mereka melanggar syari'at-Nya."
(Taisir al-Karimur Rahman 1/66)
Ka'bah Kiblat Untuk Semua Kaum Muslimin
Tatkala Makkah letaknya di tengah dunia, dan pusat
muktamar kaum muslimin seluruh dunia, maka di mana saja kita berada mau
menunaikan shalat hendaknya menghadapkan wajah ke arah Ka'bah yang terletak di
tengah dunia juga.
Allah عزّوجلّ berfirman:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ
شَطْرَهُ
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit,
maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah
mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah
mukamu ke arahnya. (QS al-Baqarah [21: 144)
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata: "Ayat ini menunjukkan
di mana saja manusia berada tatkala dia mau mengerjakan shalat wajib menghadap
kiblat." (Tafsir al-Qur'an oleh Ibnu Utsaimin 4/121)
Makkah Negeri yang Aman dari Kerusuhan dan Bencana
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ
فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya negeri Makkah ini, Allah memuliakannya,
tidak boleh diganggu semenjak hari diciptakan langit dan bumi, dan tidak boleh
diganggu sampai hari kiamat." (HR al-Bukhari 3/1164)
Karena kemuliaan Tanah Suci ini, tanaman, binatang
buruan, dan barang yang ditemukan pun tidak boleh diganggu; maka bagaimana
mengganggu negerinya dan penduduknya yang beriman?
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
أَلَا وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعْدِي
أَلَا وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ أَلَا وَإِنَّهَا سَاعَتِي هَذِهِ
حَرَامٌ لَا يُخْتَلَى شَوْكُهَا وَلَا يُعْضَدُ شَجَرُهَا وَلَا يَلْتَقِطُ سَاقِطَتَهَا
إِلَّا لِمُنْشِدٍ فَمَنْ قُتِلَ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ
يَعْقُلَ وَإِمَّا أَنْ يُقَادَ أَهْلُ الْقَتِيْلِ
"Ketahuilah, tanah Makkah tidaklah halal bagi
seorang pun baik sebelumku atau sesudahku. Ketahuilah bahwa sesungguhnya ia
pernah menjadi halal buatku sesaat di suatu hari. Ketahuilah, dan pada saat ini
ia telah menjadi haram; durinya tidak boleh dipotong, pohonnya tidak boleh
ditebang, barang temuannya tidak boleh diambil kecuali untuk diumumkan dan
dicari pemiliknya. Maka barangsiapa dibunuh, dia akan mendapatkan satu dari dua
kebaikan: meminta tebusan atau meminta qishos (balasan dari keluarga
korban)." (HR al-Bukhari 6/204)
Makkah Negeri yang Paling Dicintai Allah عزّوجلّ
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَيَّ وَاللَّهِ
لَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
"Demi
Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang terbaik dan bumi
Allah yang paling dicintai oleh Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu,
niscaya aku tidak akan keluar." (Shahih. HR Ibnu Majah: 3108)
Al-Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: "Al-Imam asy-Syafi'i
dan jumhur ulama' berpendapat bahwa Makkah lebih mulia daripada Madinah dan
sesungguhnya Masjidil Haram lebih mulia daripada Masjid Madinah (yakni Masjid
Nabawi), sedangkan menurut al-Imam Malik dan lainnya berpendapat sebaliknya,
kecuali Masjidil Haram maka shalat di dalamnya lebih utama daripada di Masjid
Nabawi." (Syarh Shahih Muslim 3/57)
Kita wajib mencintai negeri yang tercinta ini dengan
menjaga kesuciannya, dengan beribadah yang wajib dan yang sunnah, mencintai
orang yang beribadah di dalamnya, tidak berbuat sesuatu yang mendatangkan
kemarahan Allah عزّوجلّ seperti perbuatan syirik, bid'ah,
dan kemaksiatan lainnya, dan harus memerangi orang yang mengganggu negeri ini.
Negeri yang Melimpah Rizqinya
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ
مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ
كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Rabbku,
jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berikanlah rizqi berupa buah-buahan
kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari
kemudian." Allah bertirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri
kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah
seburuk-buruk tempat kembali." (QS al-Baqarah [2]: 126)
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Nabi Ibrahim عليه السلام berdo'a kepada Allah عزّوجلّ untuk kota Makkah agar menjadi
negeri yang aman dan diberi rizqi berupa buah-buahan, dan do'anya dikhususkan
untuk orang yang beriman sebagai adab beliau kepada Allah عزّوجلّ, walaupun rizqi Allah عزّوجلّ meliputi orang yang beriman dan yang
kafir, yang taat dan yang maksiat, tetapi orang yang beriman membelanjakannya
untuk beribadah kepada Allah عزّوجلّ sehingga dia memperoleh surga,
adapun orang kafir menikmatinya sementara, lalu dimasukkan ke dalam
neraka." (Taisir al-Karimur Rahman 1/66)
Allah عزّوجلّ membuat contoh negeri ini
dikaruniai rizqi yang melimpah karena penduduknya ahli iman dan taqwa. Allah عزّوجلّ berfirman:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا
رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah
negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizqinya datang kepadanya melimpah
ruah dari segenap tempat. (QS an-Nahl [16]: 112)
Keutamaan Beribadah di Kota Makkah
مَنْ دَخَلَ الْبَيْتَ دَخَلَ فِي حَسَنَةٍ وَخَرَجَ مِنْ سَيِّئَةِ وَخَرَجَ
مَغْفُورًا لَهُ
"Barangsiapa
memasuki Masjidil Haram, dia masuk meraih kebaikan yang banyak dan lepas dari
kejahatan, dan keluar terampuni dosanya." (HR al-Baihaqi 2/73, Ibnu Khuzaimah
11/13)
Iyas ibn Abi Rabi'ah berkata: "Umat ini tetap akan
bahagia bila benar-benar mau memuliakan kota Makkah dengan beramal
shalih." (al-Mathalibul Aliyah karya Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani
12/113)
Keutamaan Shalat di Masjidil Haram
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا
الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
"Shalat di
masjidku ini nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain
kecuali pada Masjidil Haram." (HR al-Bukhari 4/292)
Riwayat yang lain menjelaskan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا
سِوَاهُ
"Shalat di
Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid selainnya."
(HR Ibnu Majah 4/396, dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam at-Ta'liq
ar-Raghib 2/136)
Al-Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: "Ketahuilah bahwa
madzhab kami (Syafi'iyyah) tidak mengkhususkan keutamaan shalat di dua masjid
ini hanya shalat wajib saja, tetapi semua shalat sunnah juga, sedangkan al-Imam
ath-Thahawi berpendapat shalat fardhu saja." (Syarh Muslim 5/57)
Tidak ada kemuliaan orang yang pergi ke suatu tempat
bertujuan untuk menjalankan shalat agar mendapatkan pahala yang lebih banyak
melainkan hanya tiga masjid, dan paling utamanya adalah Masjidil Haram.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ،
وَمَسْجِدِي رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
"Tidak
boleh melakukan safar (menuju tempat yang dianggap berkah) kecuali safar menuju
tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
dan Masjidil Aqsha." (HR al-Bukhari)
Bahkan tidak ada negeri yang paling mulia di dunia ini, paling aman dan makmur serta tenang penduduknya, dihormati waliyyul amrinya dan ulama'-nya selain al-Haramain yaitu Makkah dan Madinah.
Keutamaan Orang yang Umrah dan Haji
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ
لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
"Ibadah
umrah hingga umrah berikutnya menghapus dosa di antara sela-selanya dan haji
yang mabrur tidak ada balasan melainkan surga." (HR al-Bukhari 6/466)
Al-Imam Ibnu Bathal رحمه الله berkata: "Diampuni dosa mereka
apabila orang yang sedang umrah menjauhi dosa besar dan orang yang haji
menjauhi perbuatan riya', perbuatan keji, dan berkata yang kotor, sedang haji
dan umrahnya dari hasil yang halal." (Syarh Ibnu Bathal 8/11)
Keutamaan Thawaf di Ka'bah
وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah
yang tua itu (Baitullah). (QS al- Hajj [22]: 29)
Orang yang thawaf dengan niat ikhlas karena Allah عزّوجلّ dan mengikuti sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
ia mendapatkan pahala semisal memerdekakan budak. Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ
"Barangsiapa
thawaf di Baitullah lalu shalat dua raka'at, dia mendapatkan pahala seperti
memerdekakan budak." (HR Ibnu Majah 9/156, dinyatakan shahih oleh
al-Albani)
Dan masih banyak keutamaan lainnya.
Keutamaan Maqam Ibrahim
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina)
dasar-dasar Baitullah bersama Isma'il (seraya berdo'a): "Ya Rabb kami,
terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui." (QS al-Baqarah [2]: 127)
Setelah selesai mengerjakan thawaf, hendaknya shalat dua
raka'at di belakangnya dengan membaca Surat al-Kaafiruun pada raka'at
pertamanya dan Surat al-Ikhlaash untuk raka'at yang keduanya.
Allah عزّوجلّ berfirman:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.
(QS al-Baqarah [2]: 125)
Walaupun ada keutamaan maqam Ibrahim ini, kita dilarang
mengusap dan menciumnya, karena tidak ada tuntunannya, dan tidak boleh berharap
manfaat dan menolak bala' dengan mengusapnya karena termasuk perbuatan syirik.
Ibnu Zubair رضي الله عنهما pernah melihat
orang mengusap maqam Ibrahim, beliau melarangnya dan berkata: "Kalian
tidak diperintah untuk mengusapnya, kalian diperintah agar shalat di tempat
ini." (Mushannaf Abdurrazzaq 5/49)
Keutamaan Hajar Aswad
نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ
فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ
"Hajar
Aswad turun dari surga dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu.
Kemudian dosa-dosa anak Adam-lah yang membuatnya sampai berwarna hitam."
(HR at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh al-Albani 3/495)
Orang yang mencium Hajar Aswad atau yang menyentuhnya
mendapatkan keutamaan, di antara-nya diampuni dosanya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
إِنَّ مَسْحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلْخَطَايَا
"Sesungguhnya
mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani menghapus dosa." (HR at-Tirmidzi 4/145,
dinyatakan shahih oleh al-Albani)
Hajar Aswad akan menjadi saksi besok pada hari kiamat bagi
yang menyentuhnya atau menciumnya yang berisyarat dengan tangannya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ
بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنْ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ
"Demi
Allah, sungguh Allah akan membangkitkan Hajar Aswad besok pada hari kiamat, dia
melihat dengan kedua matanya dan berbicara dengan lisannya, sebagai saksi untuk
orang yang menyentuhnya dengan cara yang benar." (HR at-Tirmidzi 4/149,
dinyatakan shahih oleh al-Albani)
Orang yang tidak mampu mengusap Hajar Aswad, dia hanya
mampu berisyarat dengan tapak tangan pun akan mendapatkan persaksian dan
diampuni dosanya juga, karena Allah عزّوجلّ tidak membebani jiwa melainkan
menurut kemampuannya.
Akan tetapi, dengan keistimewaan batu ini, bukan berarti
ia bisa mendatangkan manfaat dan menolak bala', karena hal ini hanya haknya
Allah عزّوجلّ saja. Maka
orang yang sedang thawaf hendaknya menjaga aqidah ini agar tidak dibisiki oleh
syaithan sehingga jatuh kepada perbuatan syirik. Umar رضي الله عنه mendatangi
Hajar Aswad lalu menciumnya kemudian berkata: "Sungguh aku mengetahui
bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudharat atau manfaat.
Namun, kalau bukan karena aku telah melihat Nabi صلى الله عليه وسلم
menciummu, tentu aku tidak akan menciummu." (HR al-Bukhari 6/180)
Abdullah ibn as-Saib رضي الله عنه berkata: Saya
mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berdo'a antara Rukun Yamani dan
Hajar Aswad dengan do'a:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan
di akhirat dan peliharalah kami dari
siksa neraka." (QS al-Baqarah [2]: 201) (al-Mustadrak 'alash Shahihain
3/103)
Keutamaam Al-Multazam
Asy-Syaikh al-Albani di dalam kitabnya Silsilah
ash-Shahihah menerangkan hadits bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم
meletakkan dada, wajah, dan lengan dan dua tapak tangannya antara rukun Hajar
Aswad dan pintu ka'bah pada saat thawaf. Ibnu Abbas رضي الله عنهما berlindung
kepada Allah di al-Multazam. (Musnad Abdurrazzaq 1/135, Silsilah
ash-Shahihah 5/137)
Namun, perlu diingat bahwa tempat yang mulia ini bukan
berarti bisa mendatangkan manfaat dan menolak bala', demikian juga tempat yang
lain seperti maqam Ibrahim dan lainnya.
Keistimewaan Air Zamzam
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيْهِ طَعَامُ
الطَعْمِ، وَشِفَاءُ السَّقْمِ
"Sebaik-baik
air yang terdapat di muka bumi adalah Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang
mengenyangkan dan penawar penyakit." (Hadits hasan. Lihat Shahih
Targhib wa Tarhib 2/18 oleh al Albani.)
Zamzam artinya air yang melimpah, air yang berasal dari
sumur Zamzam. Letaknya dengan Ka'bah berjarak sekitar 38 hasta (±17 m). Zamzam
disebut juga barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu
(yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa' suqim
(obat penyakit), tha'amu thu'im (makanan), syarabul abrar (minuman
orang-orang baik), thayyibah (yang baik). (Lihat al-Mutli' 'ala Abwabil
Fiqh 1/200.)
Air ini tidak pernah habis. Air Zamzam memiliki barokah
dan keutamaan yang banyak. Di antaranya mengobati semua penyakit. Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
"Air
Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya." (Hadits shahih. Lihat Irwa'ul
Ghalil 1/218 oleh al Albani.)
Abu Jamrah adz-Dzubai berkata: Aku duduk di samping Ibnu
Abbas رضي الله عنهما di Makkah, aku sakit demam, lalu
Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: "Dinginkanlah dengan
air Zamzam, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: 'Sesungguhnya demam adalah
dari panas neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air atau air
Zamzam.'" (HR al-Bukhari 3/1190)
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: "Aku dan selain
diriku telah mengalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zamzam.
Dengan izin Allah عزّوجلّ, aku telah sembuh dari beberapa
penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan
air Zamzam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau
lebih. la tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana
manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa ia terkadang seperti
itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan unruk berjima',
berpuasa, dan melaksanakan thawaf." (Zadul Ma'ad 3/192)
Ibnu Abbas رضي الله عنهما berdo'a tatkala
minum air Zamzam dengan do'a:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نِافِعًا، وَرِزْقً وَاسِعًا، وَشِفَاءً
مِنْ كُلِّ دَاءٍ
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang
bermanfaat, rizqi yang luas, dan penyembuhan dari semua penyakit." (HR
ad-Daraquthni 7/32)
Air Zamzam ini juga mengenyangkan, tidak seperti air
lainnya. Abu Dzar al-Ghifari رضي الله عنه berkata: "Selama 30 hari, aku
tidak mempunyai makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku
menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar." (HR
Muslim 4/1919)
Dari Aisyah رضي الله عنها ia membawa air
Zamzam. Ia mengabarkan: "Sesungguhnya dahulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم
membawanya (sebagai bekal)." (HR at-Tirmidzi 3/295 dihasankan oleh al-Albani)
Dan masih banyak keistimewaan air ini selain yang
disebutkan tadi, dan air ini hanya kita dapati di Negeri Makkah al-Mukarromah,
Semoga kita tidak keliru membeli air Zam-Zam yang palsu di negeri lain.
Adab Tinggal di Tanah Suci Haram
Tidak boleh membawa alat tajam atau senjata. Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
لَا يَحِلُّ لِأَحَدِكُمْ أَنْ يَحْمِلَ بِمَكَّةَ السِّلَاحَ
"Tidak
diperbolehkan bagi setiap orang dari kamu untuk membawa senjata di kota
Makkah." (HR Muslim 4/111)
Mujahid رحمه الله berkata: "Jika kamu masuk di
Tanah Haram, janganlah kamu mendorong seorang pun, jangan mengganggu, dan
jangan berjejal-jejal, jangan mengeraskan suara, muliakan kota Makkah
ini." (Akhbaru Makkah lil Faqihi No. 1472)
Abdullah ibn Amr رضي الله عنهما berkata:
"Wahai penghuni Makkah, perhatikan apa yang kamu kerjakan, karena kalian
akan dikabarkan amalmu besok pada hari kiamat." (Akhbaru Makkah lil
Faqihi No. 1499)
Tidak memburu binatang buruan, menebang pohon, dan
memiliki barang temuan. Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda pada hari Fathu Makkah
(pembebasan kota Makkah):
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ لَا يُعْضَدُ شَوْكُهُ وَلَا يُنَفَّرُ
صَيْدُهُ وَلَا يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلَّا مَنْ عَرَّفَهَا
"Sesungguhnya
tanah ini telah diharamkan oleh Allah, maka tidak boleh ditebang pohonnya dan
tidak boleh diburu hewan buruannya dan tidak ditemukan satu-pun barang yang
hilang kecuali harus dikembalikan kepada yang mengenalnya (pemiliknya)."
(HR al-Bukhari 6/163)
Hendaknya mandi pada saat hendak masuk kota Makkah.
Abdullah ibn Umar رضي الله عنهما bila sudah mendekati Tanah Haram
dia berhenti dari membaca talbiyah lalu bermalam di Dzu Thuwa lalu shalat
Shubuh di sana lalu mandi, lalu dia menceritakan bahwa Nabiyullah صلى الله عليه وسلم
melakukannya seperti itu. (HR al-Bukhari 6/144)
Orang Kafir Dilarang Masuk Kota Makkah
Allah عزّوجلّ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا
الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang
yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah
tahun ini. (QS at-Taubah [9]: 28)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ
"Setelah
tahun ini, tidak boleh seorang musyrik pun yang melaksanakan haji dan tidak
boleh thawaf di Ka'bah dengan telanjang." (HR al-Bukhari 6/223)
Bukan hanya orang kafir yang tidak boleh masuk di negeri
ini, Dajjal pun dilarang masuk di negeri ini, karena kota Makkah pintu-pintunya
dijaga oleh malaikat. Anas bin Malik رضي الله عنه berkata:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ
لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا
"Tidak ada
suatu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah,
karena tidak ada satu pintu masuk pun dari pintu-pintu gerbangnya kecuali ada
para malaikat yang berbaris menjaganya." (HR al-Bukhari 2/665)
Oleh karena itu, orang yang menjalankan umrah atau haji,
atau yang datang di tempat ini hendaknnya memfokuskan diri dengan ibadah dan
tidak boleh berbuat maksiat sedikit pun. Allah عزّوجلّ berfirman:
فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan
mengerjakan haji, maka tidak boleh berkata keji dan kotor, berbuat fasik, dan
berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (QS al-Baqarah [2]: 197)
Bahaya Berbuat Kejahatan di Kota Makkah
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَنْ يُرِدْ
فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia
dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua
manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang
bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami
rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. (QS al-Hajj [22]: 25)
Tidak serong pun yang berbuat kerusuhan di tempat ini
melainkan akan dihukum oleh Allah عزّوجلّ, seperti tentara gajah yang hendak
menghancurkan Ka'bah, Allah عزّوجلّ menghancurkan mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ
"Sesungguhnya
Allah menahan tentara gajah yang hendak menyerang Makkah, dan menjadikan
Rasul-Nya dan kaum mukminin menguasainya." (HR al-Bukhari 9/79)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
يَعْزُو جَيْسٌ الْكَعْبَةَ، فَيُخْسَفُ بِـهِمْ
"Tentara
gajah hendak menyerang Ka'bah lalu Allah menghancurkan mereka." (HR
al-Bukhari 6/176)
Dari Abu
Hurairah رضي الله عنه dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَهْلَهَا بِسُوءٍ أَذَابَهُ اللَّهُ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي
الْمَاءِ
"Barangsiapa
bermaksud jahat terhadap penduduknya, Allah akan menghancurkannya sebagaimana
mencairnya garam di dalam air." (HR Muslim 4/121)
Orang yang maksiat di dalam kota Makkah yang mulia ini
akan diadzab berlipat ganda, sebagaimana orang yang beramal ibadah akan
digandakan pahalanya.
Dari Ibu Abbas رضي الله عنهما dia
berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:
أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ وَمُبْتَغٍ
فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَمُطَّلِبُ دَمِ امْرِئٍ بِغَيْرِ حَقٍّ
لِيُهَرِيقَ دَمَهُ
"Orang yang
banyak siksaannya dan jauh dari rahmat Allah ada tiga golongan: orang yang
berbuat aniaya di Tanah Haram, mengikuti jejaknya orang jahiliyyah padahal dia
sudah beragama Islam, menuntut darah yang tidak berdosa agar dibunuh." (HR
al-Bukhari 6/2523)
Sa'id ibn al-Musayyib رحمه الله berkata: "Penduduk Makkah
tidak akan binasa sehingga al-Haram ini oleh mereka disamakan dengan negeri
lain." (Akhbaru Makkah lil Faqihi No. 1499)
Umar ibn al-Khaththab رضي الله عنه berkata:
"Kepada bangsa Quraisy: Dahulu Baitullah ini ditempati oleh Thasam
(Qabilah kaum 'Ad, tempat tinggal mereka di Yamamah lalu pindah di kota Makkah
al-Mukarramah) mereka meremehkannya dan tidak mau memuliakannya, maka Allah عزّوجلّ menghancurkan mereka, kemudian
diganti oleh Jarhama, ia pun meremehkannya dan tidak mau memuliakannya, lalu
Allah menghancurkan mereka. Oleh karena itu, jangan meremehkan kota suci ini,
tetapi muliakan ia." (Akhbar Makkah oleh Azraqi 1/136)
Demikian sekilas keutamaan kota suci Makkah, dan masih banyak lagi yang belum ditulis di lembaran ini mengingat terbatasnya halaman. Semoga Allah tetap memberkahi negeri ini dan memberkahi orang yang beribadah di dalamnya dan umat Islam semua.
Demikianlah artikel mengenai Negeri Istimewa : Makkah Al Mukarromah, semoga bermanfaat.
Al-Furqon No. 149
