Negeri Istimewa : Makkah Al Mukarromah

 

DASAR

Allah عزّوجلّ berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ . فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali 'Imraan [3]: 96-97)

keistimewaan makkah al mukarromah yang wajib diketahui, negeri istimewa makkah al mukarromah

sumber : viva

Makkah al-Mukarramah terletak di tengah dunia. la merupakan markaz ibadah umat Islam seluruh dunia, pusat ilmu din dan ahli iman, negeri yang paling aman, dan tidak tertandingi keistimewaannya.

Makna Ayat Secara Umum

Imam ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله berkata: "Rumah yang pertama kaii dibangun untuk manusia seluruh dunia untuk ibadah, shalat, thawaf, dan i'tikaf mereka adalah Ka'bah, dibangun oleh Nabi Ibrahim عليه السلام atas perintah Allah عزّوجلّ. Ada dua kelompok. yaitu Yahudi dan Nashrani, mereka mengaku beragama Nabi Ibrahim عليه السلام, tetapi mereka tidak mau haji padahal itu perintah Allah عزّوجلّ. Negeri Makkah ini disebut al-Barakah (karena banyak kebaikan di dalamnya). Al-Imam Ahmad رحمه الله berkata: Abu Dzar رضي الله عنه bertanya kepada Rasuiullah صلى الله عليه وسلم: Wahai Rasulullah, masjid apa yang pertama kali dibangun di permukaan bumi?' Beliau meniawab: 'Masjidil Haram.' Abu Dzar bertanya lagi: 'Lalu masjid apa lagi?' Beliau menjawab: 'Masjidil Aqsha.' Abu Dzar رضي الله عنه bertanya: 'Berapa jarak-nya?' Beliau meniawab: 'Empat puluh tahun.' Abu Dzar bertanya: Mana lagi?' Beliau berkata: 'Di mana saja kamu berada menjumpai waktu shalat, maka shalatlah karena semua bumi ini tempat shalat.' (HR Ahmad dan al-Bukhari 12/35)." (Tafsir Ibnu Katsir 2/77)

Makkah Al-Mukarramah Terletak di Tengah Dunia

Ahmad Muhammad Ilyas Abdul Ghani dan Mu'awiyah Muhammad Ilyas Abdul Ghani berkata: "Makkah adalah pusarnya dunia, al-Ustadz Husain Kamaluddin Ahmad berkata: 'Makkah al-Mukarramah berada di tengah dunia, Makkah adalah markaz seluruh dunia. Setelah diadakan penelitian dan penentuan tapal batas tujuh benua berdasarkan peta dunia, maka ditemukan bahwa batas luar untuk semua benua meliputi satu putaran dan pusarnya di Makkah al-Mukarramah. Maksudnya, Makkah adalah markaz di tengah dunia, tanah yang kering di atas permukaan bola bumi.'" (Tarikhu Makkah al-Mukarramah 1/8)

Negeri ini juga dijadikan oleh Allah عزّوجلّ pusat bertemunya umat Islam seluruh dunia agar saling mengenal dan saling menolong tatkala beribadah kepada Allah. Allah عزّوجلّ berfirman:

جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ

Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia. (QS al-Maa’idah [5]: 97)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Allah menjadikan Ka'bah yang mulia ini menjadi sebab sempurna agama dan urusan dunia mereka, dihapus dosa mereka, mendapat karunia yang banyak, dan terhindar dari bahaya, mereka datang dari segala penjuru dunia saling mengenal dan saling menolong." (Taisir al-Karimur Rahman 1/244)

Makkah Markas Muktamar Umat Islam Seluruh Dunia

Kita tidak menjumpai negara di dunia yang diziarahi oleh umat Islam seluruh dunia, tempat bertemu mereka beribadah kepada Allah عزّوجلّ selain kota Makkah dan Madinah. Ini menunjukkan bukti kebesaran kekuasaan Allah عزّوجلّ dan bukti kebenaran al-Qur'an. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS al-Hajj [22]: 27)

Allah عزّوجلّ berfirman:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara shalatnya. (QS al-An'aam [6]: 92)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Kami (Allah عزّوجلّ) menurunkan al-Qur'an agar engkau (Muhammad) memberi peringatan induknya negeri yaitu kota Makkah yang mulia dan penduduk sekitar negeri ini dari bangsa Arab dan semua negeri, ingatkan mereka akan siksa Allah عزّوجلّ jika mereka melanggar syari'at-Nya." (Taisir al-Karimur Rahman 1/66)

Ka'bah Kiblat Untuk Semua Kaum Muslimin

Tatkala Makkah letaknya di tengah dunia, dan pusat muktamar kaum muslimin seluruh dunia, maka di mana saja kita berada mau menunaikan shalat hendaknya menghadapkan wajah ke arah Ka'bah yang terletak di tengah dunia juga.

Allah عزّوجلّ berfirman:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (QS al-Baqarah [21: 144)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata: "Ayat ini menunjukkan di mana saja manusia berada tatkala dia mau mengerjakan shalat wajib menghadap kiblat." (Tafsir al-Qur'an oleh Ibnu Utsaimin 4/121)

Makkah Negeri yang Aman dari Kerusuhan dan Bencana

 Kita tidak menjumpai negeri yang aman dari kerusuhan dan bencana alam serta keamanan penduduknya, ketaatan kepada waliyul amri selain Makkah dan Madinah yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Arab Saudi.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Sesungguhnya negeri Makkah ini, Allah memuliakannya, tidak boleh diganggu semenjak hari diciptakan langit dan bumi, dan tidak boleh diganggu sampai hari kiamat." (HR al-Bukhari 3/1164)

Karena kemuliaan Tanah Suci ini, tanaman, binatang buruan, dan barang yang ditemukan pun tidak boleh diganggu; maka bagaimana mengganggu negerinya dan penduduknya yang beriman?

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَلَا وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعْدِي أَلَا وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ أَلَا وَإِنَّهَا سَاعَتِي هَذِهِ حَرَامٌ لَا يُخْتَلَى شَوْكُهَا وَلَا يُعْضَدُ شَجَرُهَا وَلَا يَلْتَقِطُ سَاقِطَتَهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ فَمَنْ قُتِلَ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يَعْقُلَ وَإِمَّا أَنْ يُقَادَ أَهْلُ الْقَتِيْلِ

"Ketahuilah, tanah Makkah tidaklah halal bagi seorang pun baik sebelumku atau sesudahku. Ketahuilah bahwa sesungguhnya ia pernah menjadi halal buatku sesaat di suatu hari. Ketahuilah, dan pada saat ini ia telah menjadi haram; durinya tidak boleh dipotong, pohonnya tidak boleh ditebang, barang temuannya tidak boleh diambil kecuali untuk diumumkan dan dicari pemiliknya. Maka barangsiapa dibunuh, dia akan mendapatkan satu dari dua kebaikan: meminta tebusan atau meminta qishos (balasan dari keluarga korban)." (HR al-Bukhari 6/204)

Makkah Negeri yang Paling Dicintai Allah عزّوجلّ

 Tidak ada negeri di dunia yang paling dicintai oleh Allah selain kota Makkah dan Madinah, karena kebaikan di dalamnya dan penduduknya yang ahli ibadah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَيَّ وَاللَّهِ لَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

"Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang terbaik dan bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar." (Shahih. HR Ibnu Majah: 3108)

Al-Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: "Al-Imam asy-Syafi'i dan jumhur ulama' berpendapat bahwa Makkah lebih mulia daripada Madinah dan sesungguhnya Masjidil Haram lebih mulia daripada Masjid Madinah (yakni Masjid Nabawi), sedangkan menurut al-Imam Malik dan lainnya berpendapat sebaliknya, kecuali Masjidil Haram maka shalat di dalamnya lebih utama daripada di Masjid Nabawi." (Syarh Shahih Muslim 3/57)

Kita wajib mencintai negeri yang tercinta ini dengan menjaga kesuciannya, dengan beribadah yang wajib dan yang sunnah, mencintai orang yang beribadah di dalamnya, tidak berbuat sesuatu yang mendatangkan kemarahan Allah عزّوجلّ seperti perbuatan syirik, bid'ah, dan kemaksiatan lainnya, dan harus memerangi orang yang mengganggu negeri ini.

Negeri yang Melimpah Rizqinya

 Negeri yang berbarokah ini diberkahi Allah عزّوجلّ dengan rizqi yang melimpah yang bisa dinikmati oleh umat Islam seluruh dunia, terutama pada saat haji dan umrah, mereka mendapatkan makan dan minum dan tempat tinggal yang cukup memuaskan, serta bantuan sarana ibadah dan pendidikan untuk umat Islam di luar Arab Saudi. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berikanlah rizqi berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian." Allah bertirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (QS al-Baqarah [2]: 126)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di رحمه الله berkata: "Nabi Ibrahim عليه السلام berdo'a kepada Allah عزّوجلّ untuk kota Makkah agar menjadi negeri yang aman dan diberi rizqi berupa buah-buahan, dan do'anya dikhususkan untuk orang yang beriman sebagai adab beliau kepada Allah عزّوجلّ, walaupun rizqi Allah عزّوجلّ meliputi orang yang beriman dan yang kafir, yang taat dan yang maksiat, tetapi orang yang beriman membelanjakannya untuk beribadah kepada Allah عزّوجلّ sehingga dia memperoleh surga, adapun orang kafir menikmatinya sementara, lalu dimasukkan ke dalam neraka." (Taisir al-Karimur Rahman 1/66)

Allah عزّوجلّ membuat contoh negeri ini dikaruniai rizqi yang melimpah karena penduduknya ahli iman dan taqwa. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizqinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. (QS an-Nahl [16]: 112)

Keutamaan Beribadah di Kota Makkah

 Negeri yang mulia ini memiliki banyak keutamaan untuk orang yang berharap surga dan maghfirah (ampunan Allah). Orang yang beribadah di Masjidil Haram meraih kebaikan yang banyak dan terampuni dosanya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ دَخَلَ الْبَيْتَ دَخَلَ فِي حَسَنَةٍ وَخَرَجَ مِنْ سَيِّئَةِ وَخَرَجَ مَغْفُورًا لَهُ

"Barangsiapa memasuki Masjidil Haram, dia masuk meraih kebaikan yang banyak dan lepas dari kejahatan, dan keluar terampuni dosanya." (HR al-Baihaqi 2/73, Ibnu Khuzaimah 11/13)

Iyas ibn Abi Rabi'ah berkata: "Umat ini tetap akan bahagia bila benar-benar mau memuliakan kota Makkah dengan beramal shalih." (al-Mathalibul Aliyah karya Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani 12/113)

Keutamaan Shalat di Masjidil Haram

 Tidak ada masjid di duni ini yang menandingi penggandaan pahala yang banyak bagi orang yang shalat dan beribadah di dalamnya melainkan Masjid Haram, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

"Shalat di masjidku ini nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain kecuali pada Masjidil Haram." (HR al-Bukhari 4/292)

Riwayat yang lain menjelaskan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

"Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid selainnya." (HR Ibnu Majah 4/396, dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam at-Ta'liq ar-Raghib 2/136)

Al-Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: "Ketahuilah bahwa madzhab kami (Syafi'iyyah) tidak mengkhususkan keutamaan shalat di dua masjid ini hanya shalat wajib saja, tetapi semua shalat sunnah juga, sedangkan al-Imam ath-Thahawi berpendapat shalat fardhu saja." (Syarh Muslim 5/57)

Tidak ada kemuliaan orang yang pergi ke suatu tempat bertujuan untuk menjalankan shalat agar mendapatkan pahala yang lebih banyak melainkan hanya tiga masjid, dan paling utamanya adalah Masjidil Haram.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

"Tidak boleh melakukan safar (menuju tempat yang dianggap berkah) kecuali safar menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dan Masjidil Aqsha." (HR al-Bukhari)

Bahkan tidak ada negeri yang paling mulia di dunia ini, paling aman dan makmur serta tenang penduduknya, dihormati waliyyul amrinya dan ulama'-nya selain al-Haramain yaitu Makkah dan Madinah.

Keutamaan Orang yang Umrah dan Haji

 Makkah satu-satunya negeri yang dikunjungi kaum muslimin seluruh dunia untuk menjalankan haji dan umrah yang sangat besar pahalanya dan bisa menghapus dosa.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Ibadah umrah hingga umrah berikutnya menghapus dosa di antara sela-selanya dan haji yang mabrur tidak ada balasan melainkan surga." (HR al-Bukhari 6/466)

Al-Imam Ibnu Bathal رحمه الله berkata: "Diampuni dosa mereka apabila orang yang sedang umrah menjauhi dosa besar dan orang yang haji menjauhi perbuatan riya', perbuatan keji, dan berkata yang kotor, sedang haji dan umrahnya dari hasil yang halal." (Syarh Ibnu Bathal 8/11)

Keutamaan Thawaf di Ka'bah

 Thawaf adalah ibadah, tidaklah diperkenankan thawaf melainkan di Masjidil Haram. Barangsiapa yang thawaf di tempat lain maka dia melakukan amalan bid'ah, bahkan boleh jadi jatuh kepada perbuatan syirik. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (QS al- Hajj [22]: 29)

Orang yang thawaf dengan niat ikhlas karena Allah عزّوجلّ dan mengikuti sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, ia mendapatkan pahala semisal memerdekakan budak. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ

"Barangsiapa thawaf di Baitullah lalu shalat dua raka'at, dia mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak." (HR Ibnu Majah 9/156, dinyatakan shahih oleh al-Albani)

Dan masih banyak keutamaan lainnya.

Keutamaan Maqam Ibrahim

 Maqam Ibrahim bukanlah tempat dikuburnya Nabi Ibrahim عليه السلام, melainkan tempat berdiri beliau di atas batu pada saat membangun fondasi Baitullah bersama putranya, Nabi Isma'il عليه السلام yang mengangkati batu. Letaknya antara Hajar Aswad 14,5 meter. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Isma'il (seraya berdo'a): "Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS al-Baqarah [2]: 127)

Setelah selesai mengerjakan thawaf, hendaknya shalat dua raka'at di belakangnya dengan membaca Surat al-Kaafiruun pada raka'at pertamanya dan Surat al-Ikhlaash untuk raka'at yang keduanya.

Allah عزّوجلّ berfirman:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. (QS al-Baqarah [2]: 125)

Walaupun ada keutamaan maqam Ibrahim ini, kita dilarang mengusap dan menciumnya, karena tidak ada tuntunannya, dan tidak boleh berharap manfaat dan menolak bala' dengan mengusapnya karena termasuk perbuatan syirik.

Ibnu Zubair رضي الله عنهما pernah melihat orang mengusap maqam Ibrahim, beliau melarangnya dan berkata: "Kalian tidak diperintah untuk mengusapnya, kalian diperintah agar shalat di tempat ini." (Mushannaf Abdurrazzaq 5/49)

Keutamaan Hajar Aswad

 Kita tidak menjumpai keutamaan batu di dunia ini melainkan Hajar Aswad (batu hitam) yang berada di ujung Ka'bah sebelah selatan di kota Makkah ini. Batu ini berasal dari surga. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

"Hajar Aswad turun dari surga dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian dosa-dosa anak Adam-lah yang membuatnya sampai berwarna hitam." (HR at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh al-Albani 3/495)

Orang yang mencium Hajar Aswad atau yang menyentuhnya mendapatkan keutamaan, di antara-nya diampuni dosanya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ مَسْحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلْخَطَايَا

"Sesungguhnya mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani menghapus dosa." (HR at-Tirmidzi 4/145, dinyatakan shahih oleh al-Albani)

Hajar Aswad akan menjadi saksi besok pada hari kiamat bagi yang menyentuhnya atau menciumnya yang berisyarat dengan tangannya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنْ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ

"Demi Allah, sungguh Allah akan membangkitkan Hajar Aswad besok pada hari kiamat, dia melihat dengan kedua matanya dan berbicara dengan lisannya, sebagai saksi untuk orang yang menyentuhnya dengan cara yang benar." (HR at-Tirmidzi 4/149, dinyatakan shahih oleh al-Albani)

Orang yang tidak mampu mengusap Hajar Aswad, dia hanya mampu berisyarat dengan tapak tangan pun akan mendapatkan persaksian dan diampuni dosanya juga, karena Allah عزّوجلّ tidak membebani jiwa melainkan menurut kemampuannya.

Akan tetapi, dengan keistimewaan batu ini, bukan berarti ia bisa mendatangkan manfaat dan menolak bala', karena hal ini hanya haknya Allah عزّوجلّ saja. Maka orang yang sedang thawaf hendaknya menjaga aqidah ini agar tidak dibisiki oleh syaithan sehingga jatuh kepada perbuatan syirik. Umar رضي الله عنه mendatangi Hajar Aswad lalu menciumnya kemudian berkata: "Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudharat atau manfaat. Namun, kalau bukan karena aku telah melihat Nabi صلى الله عليه وسلم menciummu, tentu aku tidak akan menciummu." (HR al-Bukhari 6/180)

Abdullah ibn as-Saib رضي الله عنه berkata: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berdo'a antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad dengan do'a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami  dari siksa neraka." (QS al-Baqarah [2]: 201) (al-Mustadrak 'alash Shahihain 3/103)

Keutamaam Al-Multazam

 Al-Multazam — dinding Ka'bah yang terletak antara rukun Hajar Aswad dan pintu ka'bah kurang lebih dua meter — tempat ini mempunyai keutamaan, dikabulkan do'a yang memohon kepada Allah عزّوجلّ di tempat ini, tentu apabila yang berdo'a memenuhi persyaratan adab berdo'a.

Asy-Syaikh al-Albani di dalam kitabnya Silsilah ash-Shahihah menerangkan hadits bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم meletakkan dada, wajah, dan lengan dan dua tapak tangannya antara rukun Hajar Aswad dan pintu ka'bah pada saat thawaf. Ibnu Abbas رضي الله عنهما berlindung kepada Allah di al-Multazam. (Musnad Abdurrazzaq 1/135, Silsilah ash-Shahihah 5/137)

Namun, perlu diingat bahwa tempat yang mulia ini bukan berarti bisa mendatangkan manfaat dan menolak bala', demikian juga tempat yang lain seperti maqam Ibrahim dan lainnya.

 

Keistimewaan Air Zamzam

 Kita tidak menjumpai air yang paling mujarab, dapat menyebutkan semua penyakit dengan izin Allah, makanan yang mengenyangkan dan menghilangkan haus melainkan air Zamzam. Air ini hanya kita jumpai di kota Makkah al-Mukarramah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيْهِ طَعَامُ الطَعْمِ، وَشِفَاءُ السَّقْمِ

"Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit." (Hadits hasan. Lihat Shahih Targhib wa Tarhib 2/18 oleh al Albani.)

Zamzam artinya air yang melimpah, air yang berasal dari sumur Zamzam. Letaknya dengan Ka'bah berjarak sekitar 38 hasta (±17 m). Zamzam disebut juga barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa' suqim (obat penyakit), tha'amu thu'im (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik). (Lihat al-Mutli' 'ala Abwabil Fiqh 1/200.)

Air ini tidak pernah habis. Air Zamzam memiliki barokah dan keutamaan yang banyak. Di antaranya mengobati semua penyakit. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

"Air Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya." (Hadits shahih. Lihat Irwa'ul Ghalil 1/218 oleh al Albani.)

Abu Jamrah adz-Dzubai berkata: Aku duduk di samping Ibnu Abbas رضي الله عنهما di Makkah, aku sakit demam, lalu Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: "Dinginkanlah dengan air Zamzam, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: 'Sesungguhnya demam adalah dari panas neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air atau air Zamzam.'" (HR al-Bukhari 3/1190)

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: "Aku dan selain diriku telah mengalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zamzam. Dengan izin Allah عزّوجلّ, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zamzam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. la tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan unruk berjima', berpuasa, dan melaksanakan thawaf." (Zadul Ma'ad 3/192)

Ibnu Abbas رضي الله عنهما berdo'a tatkala minum air Zamzam dengan do'a:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نِافِعًا، وَرِزْقً وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

"Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan penyembuhan dari semua penyakit." (HR ad-Daraquthni 7/32)

Air Zamzam ini juga mengenyangkan, tidak seperti air lainnya. Abu Dzar al-Ghifari رضي الله عنه berkata: "Selama 30 hari, aku tidak mempunyai makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar." (HR Muslim 4/1919)

Dari Aisyah رضي الله عنها ia membawa air Zamzam. Ia mengabarkan: "Sesungguhnya dahulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم membawanya (sebagai bekal)." (HR at-Tirmidzi 3/295 dihasankan oleh al-Albani)

Dan masih banyak keistimewaan air ini selain yang disebutkan tadi, dan air ini hanya kita dapati di Negeri Makkah al-Mukarromah, Semoga kita tidak keliru membeli air Zam-Zam yang palsu di negeri lain.

 

Adab Tinggal di Tanah Suci Haram

 Setiap kaum muslimin yang memasuki negeri ini hendaknya memperbanyak ibadah yang wajib dan sunnah dengan niat ikhlas mencari ridha Allah عزّوجلّ, beribadah sesuai dengan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan shahabatnya رضي الله عنهم, bersabar atas ujian yang menimpa pada dirinya, menghormati negeri ini dan penduduknya serta tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, memberantas perbuatan syirik, bid'ah, dan maksiat lainnya.

Tidak boleh membawa alat tajam atau senjata. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا يَحِلُّ لِأَحَدِكُمْ أَنْ يَحْمِلَ بِمَكَّةَ السِّلَاحَ

"Tidak diperbolehkan bagi setiap orang dari kamu untuk membawa senjata di kota Makkah." (HR Muslim 4/111)

Mujahid رحمه الله berkata: "Jika kamu masuk di Tanah Haram, janganlah kamu mendorong seorang pun, jangan mengganggu, dan jangan berjejal-jejal, jangan mengeraskan suara, muliakan kota Makkah ini." (Akhbaru Makkah lil Faqihi No. 1472)

Abdullah ibn Amr رضي الله عنهما berkata: "Wahai penghuni Makkah, perhatikan apa yang kamu kerjakan, karena kalian akan dikabarkan amalmu besok pada hari kiamat." (Akhbaru Makkah lil Faqihi No. 1499)

Tidak memburu binatang buruan, menebang pohon, dan memiliki barang temuan. Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda pada hari Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah):

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ لَا يُعْضَدُ شَوْكُهُ وَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهُ وَلَا يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلَّا مَنْ عَرَّفَهَا

"Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah, maka tidak boleh ditebang pohonnya dan tidak boleh diburu hewan buruannya dan tidak ditemukan satu-pun barang yang hilang kecuali harus dikembalikan kepada yang mengenalnya (pemiliknya)." (HR al-Bukhari 6/163)

Hendaknya mandi pada saat hendak masuk kota Makkah. Abdullah ibn Umar رضي الله عنهما bila sudah mendekati Tanah Haram dia berhenti dari membaca talbiyah lalu bermalam di Dzu Thuwa lalu shalat Shubuh di sana lalu mandi, lalu dia menceritakan bahwa Nabiyullah صلى الله عليه وسلم melakukannya seperti itu. (HR al-Bukhari 6/144)

 

Orang Kafir Dilarang Masuk Kota Makkah

 Allah عزّوجلّ memuliakan kota Makkah ini khusus untuk hamba Allah عزّوجلّ yang beriman. Orang kafir tidak diperkenankan masuk di negeri ini.

Allah عزّوجلّ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. (QS at-Taubah [9]: 28)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ

"Setelah tahun ini, tidak boleh seorang musyrik pun yang melaksanakan haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dengan telanjang." (HR al-Bukhari 6/223)

Bukan hanya orang kafir yang tidak boleh masuk di negeri ini, Dajjal pun dilarang masuk di negeri ini, karena kota Makkah pintu-pintunya dijaga oleh malaikat. Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا

"Tidak ada suatu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah, karena tidak ada satu pintu masuk pun dari pintu-pintu gerbangnya kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya." (HR al-Bukhari 2/665)

Oleh karena itu, orang yang menjalankan umrah atau haji, atau yang datang di tempat ini hendaknnya memfokuskan diri dengan ibadah dan tidak boleh berbuat maksiat sedikit pun. Allah عزّوجلّ berfirman:

فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh berkata keji dan kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (QS al-Baqarah [2]: 197)

 

Bahaya Berbuat Kejahatan di Kota Makkah

 Kejahatan apa pun yang dilakukan di kota Makkah seperti perbuatan syirik, bid'ah, khurafat, pembunuhan, kerusuhan, pencurian, dan perbuat an maksiat lainnya, dengan kekuatan apa pun yang mereka kerahkan, dari mana saja datangnya, akan dihancurkan Allah عزّوجلّ. Allah عزّوجلّ berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. (QS al-Hajj [22]: 25)

Tidak serong pun yang berbuat kerusuhan di tempat ini melainkan akan dihukum oleh Allah عزّوجلّ, seperti tentara gajah yang hendak menghancurkan Ka'bah, Allah عزّوجلّ menghancurkan mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ

"Sesungguhnya Allah menahan tentara gajah yang hendak menyerang Makkah, dan menjadikan Rasul-Nya dan kaum mukminin menguasainya." (HR al-Bukhari 9/79)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

يَعْزُو جَيْسٌ الْكَعْبَةَ، فَيُخْسَفُ بِـهِمْ

"Tentara gajah hendak menyerang Ka'bah lalu Allah menghancurkan mereka." (HR al-Bukhari 6/176)

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَهْلَهَا بِسُوءٍ أَذَابَهُ اللَّهُ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ

"Barangsiapa bermaksud jahat terhadap penduduknya, Allah akan menghancurkannya sebagaimana mencairnya garam di dalam air." (HR Muslim 4/121)

Orang yang maksiat di dalam kota Makkah yang mulia ini akan diadzab berlipat ganda, sebagaimana orang yang beramal ibadah akan digandakan pahalanya.

Dari  Ibu Abbas رضي الله عنهما dia berkata:  Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ وَمُبْتَغٍ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَمُطَّلِبُ دَمِ امْرِئٍ بِغَيْرِ حَقٍّ لِيُهَرِيقَ دَمَهُ

"Orang yang banyak siksaannya dan jauh dari rahmat Allah ada tiga golongan: orang yang berbuat aniaya di Tanah Haram, mengikuti jejaknya orang jahiliyyah padahal dia sudah beragama Islam, menuntut darah yang tidak berdosa agar dibunuh." (HR al-Bukhari 6/2523)

Sa'id ibn al-Musayyib رحمه الله berkata: "Penduduk Makkah tidak akan binasa sehingga al-Haram ini oleh mereka disamakan dengan negeri lain." (Akhbaru Makkah lil Faqihi No. 1499)

Umar ibn al-Khaththab رضي الله عنه berkata: "Kepada bangsa Quraisy: Dahulu Baitullah ini ditempati oleh Thasam (Qabilah kaum 'Ad, tempat tinggal mereka di Yamamah lalu pindah di kota Makkah al-Mukarramah) mereka meremehkannya dan tidak mau memuliakannya, maka Allah عزّوجلّ menghancurkan mereka, kemudian diganti oleh Jarhama, ia pun meremehkannya dan tidak mau memuliakannya, lalu Allah menghancurkan mereka. Oleh karena itu, jangan meremehkan kota suci ini, tetapi muliakan ia." (Akhbar Makkah oleh Azraqi 1/136)

Demikian sekilas keutamaan kota suci Makkah, dan masih banyak lagi yang belum ditulis di lembaran ini mengingat terbatasnya halaman. Semoga Allah tetap memberkahi negeri ini dan memberkahi orang yang beribadah di dalamnya dan umat Islam semua.

Demikianlah artikel mengenai Negeri Istimewa : Makkah Al Mukarromah, semoga bermanfaat.

Al-Furqon No. 149

Baca Juga

Populer

Posisi Imam dan Makmum Sesuai Sunnah Rasulullah