Tujuan Pokok Syari'ah Islam
Pendahuluan
Penting
bagi kita memahami kaidah-kaidah dalam Islam. Al-Qarrafi رحمه الله mengatakan:
كُلُّ فِقْةٍ لَـمْ يُـخَرَّجْ عَلَى الْقَوَاعِدِ فَلَيْسَ بِشَيْءٍ
"Setiap ilmu yang tidak dibangun di atas kaidah
(landasan/fondasi) maka itu bukanlah ilmu."[1]
Daftar isi
Beberapa Faedah Ilmu Maqasisdhu Syari'ah
Dengan
memahami maqashidu syari'ah ini, kita akan memetik beberapa faedah:
1. Mengetahui keindahan dan kesempurnaan syari'at Islam yang
mulia, karena semua syari'atnya dibangun di atas hikmah dan kemaslahatan bagi
hamba.
2. Mengenal tingkatan maslahat dan mafsadat yang sangat
penting diketahui tatkala terjadi benturan.
3. Menjadikannya sebagai timbangan untuk mengetahui berbagai cabang permasalahan yang banyak terjadi dalam kehidupan.[2]
Lima Pokok Tujuan Syari'ah yang Penting
Di
antara maqashidu syari'ah yang sangat penting diketaliui adalah lima
pokok yang sangat dijaga dalam agama.
Al-Imam
asy-Syathibi رحمه الله mengatakan,
"Seluruh umat, bahkan semua agama, bersepakat bahwa syari'at itu
diletakkan guna menjaga lima kebutuhan pokok, yaitu: agama, nyawa, kehormatan,
harta, dan akal."[3]
Berikut
penjelasan singkat tentang lima pokok di atas yang harus dijaga dengan dua
cara:
Kedua: Menjaganya dari hal-hal yang dapat merusaknya seperti peringatan dari bahaya syirik dan bid'ah.[4]
1. Menjaga Agama
Jika kita mencermati syari'at yang mulia, niscaya akan
kita dapati bahwa Islam sangat menjaga agama dengan memperkokoh fondasinya
serta menjaga dari hal-hal yang dapat merusak agama. Di antara bentuknya:
a.
Menganjurkan dakwah
kepada agama
b.
Mewajibkan untuk Islam, iman dan tauhid
c. Disyari'atkan jihad untuk melawan siapa pun yang menghalangi tersebarnya agama
d.
Menghukum mati setiap yang murtad dari agama Islam
f. Membela agama, menyingkap syubhat dan kerancuan para penentang agama.
2. Menjaga Akal
a.
Mengharamkan setiap yang memabukkan dan merusak akal
b.
Memberikan hukuman kepada peminum khamar
3. Menjaga Harta
a.
Menganjurkan kerja dengan cara yang halal
b.
Mengharamkan pemborosan harta
c.
Mengharamkan pencurian dan menghukum pencuri dengan potong tangan (QS
al-Ma'idah [5]: 3)
d.
Siapa pun yang merusak harta orang lain maka wajib menggantinya
e.
Melarang segala cara yang menjadikan manusia makan harta dengan cara yang batil
atau zalim seperti riba, judi, penipuan, suap,
dan sebagainya.
4. Menjaga Nyawa
a.
Mengharamkan
pembunuhan kepada jiwa yang tidak boleh dibunuh yaitu muslim, kafir dzimmi, musta'min,
mu'ahad (QS an-Nisa' [4]: 93)
b.
Mewajibkan qishash bagi pembunuh secara sengaja (QS
al-Baqarah [2]: 178) bahkan Islam melarang
walau hanya sekadar mengisyaratkan senjata
kepada orang lain
c.
Mewajibkan diyat dan kaffarah bagi pembunuh karena salah atau syibhul amd
d.
Melarang mencederai diri sendiri.
5. Menjaga Kehormatan/Nasab
a.
Melarang zina dan segala sarananya (QS al-Isra' [17]: 32)
b. Menghukum pezina
dengan hukuman yang keras (QS an-Nur[24]: 2)
c.
Melarang menuduh zina tanpa bukti yang kuat (QS an-Nur [24]: 4)
d.
Menganjurkan
nikah untuk memperbanyak keturunan
e.
Melarang tindakan adopsi anak dan menisbahkan anak kepada selain bapaknya.[5]
[2]Bahsun Mukhtasharun Haula ‘Ilmi Maqashidi Syari’ah hlm.11-13 oleh Dr. Ali Muhammad Wunais.
[3]Al-Muwafaqat 1/31.
[4]Al-Muwafaqat 1/18 oleh asy-Syathibi.
[5]Al-'Aqdu Tsamin fi Syarhi Manzhumah asy-Syaikh Ibn Utsaimin hlm. 54-57 karya asy-Syaikh Dr. Khalid ibn Ali Al-Musyaiqih.
