Hadits-Hadits Keutamaan Al Qur'an
Daftar isi
- 1 1. Dari Ibnu Hibban
- 2 2. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu
- 3 3. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma
- 4 4. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 5 5. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu
- 6 6. Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
- 7 7. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
- 8 8. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
- 9 9. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
- 10 10. Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu
- 11 11. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 12 12. Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu
- 13 13. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
- 14 14. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
- 15 15. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 16 16. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
- 17 17. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
- 18 18. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 19 19. Dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu
- 20 20. Nafi bin Abdul Haris
- 21 21. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
- 22 22. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
- 23 23. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma
- 24 24. Dari Al-Barra` bin Azib radhiyallahu ‘anhu
- 25 25. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
- 26 26. Dari Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu
- 27 27. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 28 28. Dari Abdurrahman bin Syabl radhiyallahu ‘anhu
- 29 29. Dari an-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu
- 30 30. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma
- 31 31. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
- 32 32. Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu
- 33 33. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
- 34 34. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
- 35 35. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma
- 36 36. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha
- 37 37. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
- 38 38. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
- 39 39. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- 40 40. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Mendekatlah kepada Allah! Sungguh tidak ada yang lebih mendekatkan Anda kepada Allah dengan sesuatu yang paling dicintai-Nya melebihi Kalam-Nya.
Segala puji milik Allah yang Maha Esa tempat bersandar segala urusan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada yang sepadan dengan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada sebaik-baik manusia di permukaan bumi, kepada keluarganya dan para shahabatnya sebagai umat terbaik, dan yang mengikuti mereka dengan baik.
Seseorang yang sangat kami hormati dan kami cintai karena Allah Al-Qari` asy-Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman meminta kami untuk mengumpulkan sebagian hadits-hadits pilihan tentang keutamaan Al-Qur`an. Lalu, aku mulai mencurahkan perhatian dalam melaksanakannya dan bertawakal kepada Allah semata dan Dia-lah tempat meminta pertolongan. Maka, untuk mewujudkan itu aku berdoa, meminta pertolongan dan mengesakan-Nya dalam ilmu, tujuan, dan keyakinan.
1. Dari Ibnu Hibban
١- ثَبَتَ فِي صَحِيْحِ ابْنِ حِبَّان عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَبْشِرُوا وَأَبْشِرُو! أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللّٰهِ؟ قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ طَرَفُهُ بِيَدِ اللّٰهِ وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيكُمْ، فَتَمَسَّكُوا بِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا
Dari Abu Syuraih Al-Khuza’i radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami lalu bersabda, “Bergembiralah dan bergembiralah kalian! Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur`an ini ujungnya terhubung di tangan Allah dan ujung yang lain terhubung di tangan kalian, maka pegang teguhlah ia, karena kalian tidak akan tersesat dan binasa setelah itu selamanya.” [Shahih: Shahîh Ibnu Hibbân (no. 122, I/329), Mushannaf Ibnu Abî Syaibah (no. 30006, VI/125), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 491, XXII/108), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 201, II/352)]
2. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu
٢- عَنْ عِمْرَانِ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ، فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ فَلْيَسْأَلِ اللّٰهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ القُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ
Dia melewati seorang tukang cerita sedang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta, lalu Imran membaca istirja’ (inna lillahi dst–penj) kemudian berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya. Sungguh akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta kepada manusia.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2917, V/175), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 374, XVIII/167), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2627, II/533)]
3. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma
٣- عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَفِينَا الأَعْرَابِيُّ وَالأَعْجَمِيُّ، فَقَالَ: اقْرَءُوا فَكُلٌّ حَسَنٌ، وَسَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يُقِيمُونَهُ كَمَا يُقَامُ الْقِدْحُ، يَتَعَجَّلُونَهُ وَلاَ يَتَأَجَّلُونَهُ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami saat kami sedang membaca Al-Qur`an dan di tengah kami ada orang Arab dan orang non-Arab, lalu beliau bersabda, “Bacalah oleh kalian dan masing-masing adalah kebaikan. Akan datang nanti beberapa kaum yang menegakkannya sebagaimana tegaknya bejana. Mereka bersegera (dalam mengamalkannya) dan tidak berlambat-lambat.” [Hasan: Sunan Abû Dâwud (no. 830, I/220), Musnad Ahmad (no. 14898, III/257), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2642, II/835)]
4. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
٤- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: حَدَّثَنِي رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا كَانَ يَوْمُ القِيَامَةِ نَزَلَ إِلَى العِبَادِ لِيَقْضِيَ بَيْنَهُمْ وَكُلُّ أُمَّةٍ جَاثِيَةٌ، فَأَوَّلُ مَنْ يَدْعُو بِهِ رَجُلٌ جَمَعَ القُرْآنَ وَرَجُلٌ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَرَجُلٌ كَثِيرُ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللّٰهُ لِلْقَارِئِ: أَلَمْ أُعَلِّمْكَ مَا أَنْزَلْتُ عَلَى رَسُولِي؟ قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ. قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا عُلِّمْتَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَيَقُولُ اللّٰهُ لَهُ: كَذَبْتَ! وَتَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ لَهُ: كَذَبْتَ! فَيَقُوْلُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ فُلاَنٌ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ. وَيُؤْتَى بِصَاحِبِ الْمَالِ فَيَقُولُ: أَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ حَتَّى لَمْ أَدَعْكَ تَحْتَاجُ إِلَى أَحَدٍ؟ قَالَ: بَلَى، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا آتَيْتُكَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَصِلُ الرَّحِمَ وَأَتَصَدَّقُ، فَيَقُولُ اللّٰهُ: كَذَبْتَ! وَتَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ: كَذَبْتَ! وَيَقُولُ اللّٰهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ فُلاَنٌ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ. وَيُؤْتَى بِالرَّجُلِ الَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ فَيُقَالُ لَهُ: فِيمَ قُتِلْتَ؟ فَيَقُولُ: أُمِرْتُ بِالجِهَادِ فِي سَبِيلِكَ فَقَاتَلْتُ حَتَّى قُتِلْتُ، فَيَقُولُ اللّٰهُ: كَذَبْتَ! وَتَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ لَهُ: كَذَبْتَ! وَيَقُولُ اللّٰهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ فُلاَنٌ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ
ثُمَّ ضَرَبَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رُكْبَتِي فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ! أُولَئِكَ الثَّلاَثَةُ أَوَّلُ خَلْقِ اللّٰهِ تُسَعَّرُ بِهِمُ النَّارُ يَوْمَ القِيَامَةِ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepadaku, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pada hari Kiamat turun kepada para hamba untuk mengadili di antara mereka dalam keadaan setiap umat berlutut. Orang pertama yang dipanggil adalah seseorang yang mempelajari Al-Qur`an, seseorang yang terbunuh di jalan Allah, dan seseorang yang banyak hartanya. Allah bertanya kepada yang membaca Al-Qur`an, ‘Bukankah Aku telah mengajarimu apa yang telah Aku turunkan kepada Rasul-Ku?’ Dia menjawab, ‘Benar, wahai Rabb.’ Allah berkata, ‘Maka apa yang telah kamu amalkan dari apa yang telah diajarkan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Aku mengamalkannya pada malam hari dan siang hari.’ Lalu Allah berkata kepadanya, ‘Kamu dusta!’ Lalu para malaikat berkata kepadanya, ‘Kamu dusta!’ Lanjut Allah Azza wa Jalla, ‘Sebaliknya kamu ingin dikatakan, ‘Si fulan pandai baca Al-Qur`an!’ Sungguh telah dikatakan itu.’ Lalu didatangkan pemilik harta lalu Dia berkata, ‘Bukankah Aku telah memberi kelapangan bagimu hingga Aku menjadikanmu tidak butuh kepada seorang pun?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Allah bertanya, ‘Maka apa yang telah kamu perbuat dari apa yang telah aku berikan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Aku menyambung tali silaturahmi dan bersedekah.’ Lalu Allah berkata, ‘Kamu dusta!’ Lalu para malaikat berkata, ‘Kamu dusta!’ lanjut Allah, ‘Sebaliknya kamu ingin dikatakan, ‘Si fulan sangat dermawan!’ Sungguh telah dikatakan itu.’ Lalu didatangkanlah seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu ditanyakan kepadanya, ‘Karena apa kamu terbunuh?’ Dia menjawab, ‘Aku diperintah berjihad di jalan-Mu lalu aku berperang hingga terbunuh.’ Lalu Allah berkata, ‘Kamu dusta!’ Para malaikat berkata kepadanya, ‘Kamu dusta!’ lanjut Allah, ‘Sebaliknya kamu ingin disebut si fulan pemberani.’ Sungguh telah disebut itu!’”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk lututku seraya bersabda, “Hai Abu Hurairah! Mereka bertiga adalah makhluk Allah pertama kali yang karena mereka neraka dinyalakan pada hari Kiamat.” [Shahih: Sunan At-Tirmidzî (no. 2382, IV/591) dan berkata, “Hasan gharib,” Al-Mustadrak Al-Hâkim (no. 1527, I/579) dan berkata, “Sanadnya shahih hanya saja Al-Bukhari dan Muslim tidak mencantumkannya,” dan Shahîh Ibnu Hibbân (no. 408, II/125)]
5. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu
٥- عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا جَاءَهُ فَقَالَ: أَوْصِنِي! فَقَالَ: سَأَلْتَنِي عَمَّا سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَبْلِكَ: أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَإِنَّهُ رَأْسُ كُلِّ شَيْءٍ، وَعَلَيْكَ بِالْجِهَادِ فَإِنَّهَا رَهْبَانِيَّةُ الْإِسْلَامِ، وَعَلَيْكَ بِذِكْرِ اللّٰهِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ فَإِنَّهُ رُوْحُكَ فِي السَّمَاءِ وذِكْرُكَ فِي الْأَرْضِ
Bahwa seseorang datang kepadanya seraya berkata, “Berilah aku wasiat!” Lalu dia berkata, “Kamu telah meminta kepadaku apa yang dulu aku minta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelummu, “Aku wasiatkan kamu untuk bertakwa kepada Allah karena ia merupakan poros segala sesuatu, hendaklah kamu berjihad karena ia merupakan kerahiban dalam Islam, dan hendaklah kamu berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur`an karena itu merupakan ruhmu di langit dan penyebutanmu di bumi.” [Hasan: Musnad Ahmad (no. 11791, III/82)]
6. Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
٦- عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersuci adalah sebagian dari iman. Alhamdulillâh memenuhi timbangan. Subhânallâh dan Alhamdulillâh keduanya memenuhi –atau ia memenuhi– antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah lentera, dan Al-Qur`an adalah hujjah yang membelamu atau yang melawanmu. Setiap manusia memasuki waktu pagi dalam keadaan menjual dirinya, lalu dia memerdekakannya atau membinasakannya.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 223, I/203), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 844, III/124), Sunan At-Tirmidzî (no. 3517, V/535), Shahîh Muslim (no. 2217) Sunan Ibnu Mâjah (no. 280, I/102), dan Sunan ad-Dârimî (no. 653, I/174)]
7. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
٧- عَنْ أَبِى مُوسَى الْأَشْعَرِي رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ، وَالَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ لَهَا، وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلاَ رِيحَ لَهَا
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur`an seperti buah utrujah yang enak rasanya dan harum aromanya, orang yang tidak membaca Al-Qur`an seperti kurma yang enak rasanya tetapi tidak beraroma. Perumpamaan orang fajir yang membaca Al-Qur`an seperti buah raihanah yang harum aromanya tetapi pahit rasanya, dan perumpamaan orang fajir yang tidak membaca Al-Qur`an seperti buah hanzhalah yang pahit rasanya dan tidak beraroma.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 5020, IV/1917), Shahîh Muslim (no. 797, I/549), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 770, III/47), Sunan At-Tirmidzî (no. 2856), Sunan an-Nasâ`î Al-Kubrâ (no. 11769, VI/538), Sunan Abû Dâwud (no. 4829), Sunan Ibnu Mâjah (no. 214, I/77), Musnad Ahmad (no. 19630, IV/403), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3364, II/535)]
8. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
٨- عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللّٰهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ اٰلمٓ حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia mendapatkan satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh yang serupa. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” [Shahih: Sunan At-Tirmidzî (no. 2910, V/175) dengan lafazh ini dan berkata, “Hadits hasan shahih gharib,” dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 1984, II/342)]
9. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
٩- عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ لِلّٰهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللّٰهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللّٰهِ وَخَاصَّتُهُ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki beberapa keluarga dari kalangan manusia.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Siapakah mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah ahli Al-Qur`an, keluarga Allah dan keistimewaan-Nya.” [Shahih: Sunan Ibnu Mâjah (no. 215, I/78), Musnad Ahmad (no. 13566, II/242), Sunan ad-Dârimî (no. 3326, II/525), Musnad Ath-Thayâlisî (no. 2124, I/283), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2688, II/551)]
10. Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu
١٠- عن أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافٍّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
قَالَ مُعَاوِيَةُ: بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ
Dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur`an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pemiliknya. Bacalah az-Zahrawain yakni Al-Baqarah dan surat Ali Imran karena keduanya akan datang pada hari Kiamat bagaikan dua awan atau bagaikan dua naungan atau bagaikan dua sayap burung yang menaungi pemiliknya. Bacalah surat Al-Baqarah karena mengambilnya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian dan bathalah tidak mampu melawannya.”
Muawiyah berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa bathalah artinya para tukang sihir.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 804, I/553), Musnad Ahmad (no. 22246, V/254), Sunan as-Sughrâ Al-Baihaqî (no. 998, I/547), dan Al-Mu’jam Al-Ausath Ath-Thabarânî (no. 468, I/150)]
11. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
١١- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلَاثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ؟ قُلْنَا: نَعَمْ. قَالَ: فَثَلَاثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah seorang dari kalian suka saat pulang menuju keluarganya mendapati tiga ekor unta yang besar dan gemuk?” Kami menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tiga ayat yang dibaca oleh seorang dari kalian di dalam shalatnya lebih baik daripada tiga unta yang besar dan gemuk.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 802, I/552), Sunan Ibnu Mâjah (no. 3782, II/1243), Musnad Ahmad (no. 9141, II/296), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3314, II/523)]
12. Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu
١٢- عَنْ عُثْمَانَ بِنْ عَفَّانٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan yang mengajarkannya.” [Shahih: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4739, IV/1919), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 118, I/324), Sunan At-Tirmidzî (no. 2907), Shahîh Muslim (no. 8037, V/19), Sunan Abû Dâwud (no. 1452, II/70, V/173), Musnad Ahmad (no. 500, I/69), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3337, II/528)]
Dalam riwayat Al-Bukhari yang lain:
عَنْ عُثْمَانٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمُهُ
Dari Utsman radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seutama-utama kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
13. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
١٣-عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خِيَارُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang terpilih di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Shahih: Musnad Ahmad (no. 1317, I/153), Sunan ad-Dârimî (no. 3337, II/528), dan Mushannaf Ibnu Abî Syaibah (no. 30072, VI/132)]
14. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
١٤- عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur`an: Baca dan naiklah, dan bacalah dengan tartil seperti dahulu kamu membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya tempatmu adalah di akhir ayat yang pernah kamu baca.” [Shahih: Sunan At-Tirmidzî (no. 3914, V/177) dan Sunan Abû Dâwûd (no. 1464, II/73)]
15. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
١٥- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: يَجِيءُ القُرْآنُ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ حَلِّهِ! فَيُلْبَسُ تَاجَ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ زِدْهُ! فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ! فَيَرْضَى عَنْهُ. فَيُقَالُ لَهُ: اِقْرَأْ وَارْقِ! وَيُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Al-Qur`an akan datang pada hari Kiamat lalu berkata, ‘Ya Rabb, berilah dia hiasan!’ Maka dia dipakaikan mahkota kemuliaan, kemudian Al-Qur`an barkata lagi, ‘Ya Rabb, Tambahlah! Maka dipakaikan kepadanya hiasan kemuliaan. Kemudian dia berkata lagi, ‘Ya Rabb, ridhailah dia!’ Maka Allah meridhainya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Bacalah dan naiklah!’ Dan ditambah dengan setiap ayat satu kebaikan.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2915, V/178) dan berkata, “Hasan shahih,” Al-Mustadrak Al-Hakim (no. 2029, I/738) dan berkata, “Sanadnya shahih tetapi Al-Bukhari dan Muslim tidak mencantumkannya,” Sunan ad-Dârimî (no. 3311, II/522), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (2996, II/346)]
16. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
١٦- عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ، فَقَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ بُطْحَانَ أَوْ الْعَقِيقَ فَيَأْتِيَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِي غَيْرِ إِثْمٍ بِاللّٰهِ وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ؟ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! كُلُّناَ نُحِبُّ ذَلِكَ. فَقَالَ: فَلَئِنْ يَغْدُو أَحَدُكُمْ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَتَعَلَّمُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنْ الْإِبِلِ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami saat kami di Shuffah (tempat tinggal khusus bagi kaum miskin Muhajirin di samping masjid Nabawi–penj), lalu bersabda, “Siapakah dari kalian yang suka pergi pada waktu pagi setiap hari ke pasar Buthhân atau Aqîq lalu mendapat dua unta bunting tanpa melakukan dosa kepada Allah dan memutus silaturrahim?” Kami menjawab, “Kami semua suka hal itu.” Beliau bersabda, “Seandainya seorang dari kalian pergi pada waktu pagi setiap hari ke masjid untuk mempelajari dua ayat dari Kitabullah Azza wa Jalla lebih baik baginya daripada dua unta bunting, tiga lebih baik baginya daripada tiga, empat lebih baik baginya darpada empat, begitu seterusnya sebanyak hitungan unta.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 803, I/552), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 115, I/321), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 985, I/542), Sunan Abû Dâwûd (no. 1456, II/71), dan Musnad Ahmad (no. 15444, IV/154)]
17. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
١٧- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ وَزَادَ غَيْرُهُ: يَجْهَرُ بِهِ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah termasuk dari kami siapa yang tidak melagukan Al-Qur`an,” riwayat lain menambahkan, “Dengan menyaringkannya.” [Shahih: Shahîh Al-Bukhârî (no. 7089, VI/737), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 120, I/326), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 1042, I/558), Sunan Abû Dâwûd (no. 1469), Musnad Ahmad (no. 1512), Sunan ad-Dârimî (no. 1491, I/417), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2613, II/528)]
18. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
١٨- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: بَعَثَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْثًا وَهُمْ ذُو عَدَدٍ فَاسْتَقْرَأَهُمْ، فَاسْتَقْرَأَ كُلَّ رَجُلٍ مِنْهُمْ مَا مَعَهُ مِنَ القُرْآنِ، فَأَتَى عَلَى رَجُلٍ مِنْ أَحْدَثِهِمْ سِنًّا، فَقَالَ: مَا مَعَكَ يَا فُلاَنُ؟ قَالَ: مَعِي كَذَا وَكَذَا وَسُورَةُ البَقَرَةِ. قَالَ: أَمَعَكَ سُورَةُ البَقَرَةِ؟ فَقَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَاذْهَبْ فَأَنْتَ أَمِيرُهُمْ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ: وَاللّٰهِ يَا رَسُولَ اللّٰهِ! مَا مَنَعَنِي أَنْ أَتَعَلَّمَ سُورَةَ البَقَرَةِ إِلاَّ خَشْيَةَ أَلاَّ أَقُومَ بِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَعَلَّمُوا القُرْآنَ فَاقْرَءُوهُ وَأَقْرِئُوهُ، فَإِنَّ مَثَلَ القُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوحُ بِرِيحِهِ كُلُّ مَكَانٍ، وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوكِئَ عَلَى مِسْكٍ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus beberapa orang yang banyak jumlahnya, lalu beliau menunjuk imam untuk mereka. Beliau menunjuk masing-masing seorang dari mereka yang memiliki hafalan Al-Qur`an, lalu beliau mendatangi seorang lelaki yang masih belia umurnya di antara mereka, lalu bertanya, “Berapa yang kamu hafal, hai Fulan?” Dia menjawab, “Aku hafal ini dan ini serta surat Al-Baqarah.” Beliau bertanya, “Benar kamu hafal surat Al-Baqarah?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Pergilah dan kamu menjadi pemimpin mereka.” Lalu seseorang yang mulia di antara mereka berkata, “Demi Allah, wahai Rasulullah! Tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah kecuali karena takut tidak bisa mengamalkannya.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pelajarilah Al-Qur`an, bacalah dan ajarkanlah, karena perumpamaan Al-Qur`an bagi yang mempelajarinya lalu membacanya dan mengamalkannya seperti botol berisi penuh minyak misik yang semerbak aromanya ke segala tempat, dan perumpamaan seseorang yang mempelajarinya dan tidur padahal hafal maka seperti botol yang berisi minyak misik.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2876, V/156) dan berkata, “Hadits hasan,” dan Sunan ash-Shughrâ an-Nasâ`î (no. 8749)] [Dinilai dha’if oleh Al-Albani–penj]
19. Dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu
١٩- عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَتِ النَّبِىَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلّٰهِ وَلِرَسُولِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: مَا لِى فِى النِّسَاءِ مِنْ حَاجَةٍ فَقَالَ رَجُلٌ: زَوِّجْنِيهَا. قَالَ: أَعْطِهَا ثَوْبًا قَالَ: لاَ أَجِدُ. قَالَ: أَعْطِهَا وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ فَاعْتَلَّ لَهُ، فَقَالَ: مَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ؟ قَالَ: كَذَا وَكَذَا. قَالَ: فَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ
Dia berkata: seorang wanita mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan bahwa dirinya telah menghibahkan dirinya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab, “Aku sedang tidak memiliki hajat terhadap wanita.” Seorang lelaki berkata, “Nikahkan saja ia kepadaku.” Beliau bersabda, “Berilah dia pakaian (sebagai maharnya).” Dia menjawab, “Aku tidak punya.” Beliau bersabda, “Berilah dia meskipun cincin besi.” Dia tidak juga mendapatkan lalu beliau bersabda, “Kamu hafal apa dari Al-Qur`an?” Dia menjawab, “Ini dan itu.” Beliau bersabda, “Aku menikahkannya kepadamu dengan hafalan Al-Qur`an yang ada padamu.” [Shahih: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4741, IV/1919), Sunan At-Tirmidzî (no. 1114, III/421), Sunan ash-Shughrâ an-Nasâ`î (no. 3200, VI/54), Sunan Abû Dâwûd (no. 3111, II/236), Sunan Ibnu Mâjah (no. 6680, II/179), Al-Muwaththa` Al-Mâlik (no. 1096, II/526), dan Sunan ad-Dârimî (no. 2201, II/190)]
20. Nafi bin Abdul Haris
٢٠- نَافِعُ بْنُ عَبْدِ الْحَارِثِ لَقِيَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ بِعُسْفَانَ، وَكَانَ عُمَرُ يَسْتَعْمِلُهُ عَلَى مَكَّةَ، فَقَالَ: مَنْ اسْتَعْمَلْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِي؟ فَقَالَ: ابْنَ أَبْزَى. قَالَ: وَمَنْ ابْنُ أَبْزَى؟ قَالَ: مَوْلًى مِنْ مَوَالِينَا. قَالَ: فَاسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى؟ قَالَ: إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنَّهُ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ. قَالَ عُمَرُ: أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ: إِنَّ اللّٰهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Nafi bin Abdul Haris bertemu dengan Umar radhiyallahu ‘anhu di Asfan. Umar telah mengangkatnya menjadi amir atas Makkah, lalu dia berkata, “Siapa yang kamu angkat untuk menjadi pemimpin bagi penduduk Wadi?” Dia menjawab, “Ibnu Abza.” Umar bertanya, “Siapa Ibnu Abza itu?” Dia menjawab, “Dia salah satu dari budak-budak kami.” Umar bertanya, “Kamu menjadikannya pemimpin atas mereka?” Dia menjawab, “Dia seorang qari Kitabullah Azza wa Jalla dan yang pandai tentang Faraidh.” Umar berkata, “Ketauhuilah! Sesungguhnya Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Kitab ini beberapa kaum dan merendahkan beberapa kaum dengannya pula.’” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 817, I/559), Sunan Ibnu Mâjah (no. 218, I/79), Musnad Ahmad (no. 232), Sunan ad-Dârimî (no. 3365), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2682, II/550)]
21. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
٢١- عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بِئْسَ مَا لِأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ نُسِّىَ، وَاسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ
Dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seburuk-buruk seorang dari mereka adalah yang mengatakan aku lupa ayat ini dan ini, tetapi sebenarnya dia dilupakan. Murajaahnya Al-Qur`an karena ia lebih mudah lepas dari dada-dada manusia daripada binatang ternak.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4744, IV/1921), Shahîh Muslim (no. 790, I/544), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 763, III/41), Sunan At-Tirmidzî (no. 2942, V/193), Shahîh Muslim (no. 1015, I/327), Musnad Ahmad (no. 3620, I/381), dan Sunan ad-Dârimî (no. 575, I/152)]
22. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
٢٢- عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَعَلَّمُوا كِتَابَ اللّٰهِ وَتَعَاهَدُوا وَاقْتَنُوهُ وَتَغَنُّوا بِهِ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الْمَخَاضِ فِي الْعُقُلِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pelajarilah Kitabullah, murajaahlah, amalkanlah, dan lagukanlah. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh dia lebih mudah lepas daripada anak kecil dibuaian.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 8049, V/21), Musnad Ahmad (no. 17355, IV/146), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3349, II/521)]
23. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma
٢٣- عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan pemilik Al-Qur`an seperti pemilik unta yang tertambat. Jika dia diikat akan tenang dan jika dilepas ikatannya akan pergi.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4743, IV/1920), Shahîh Muslim (no. 789, I/543), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 764, II/41), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 942, II/154), Musnad Ahmad (no. 5315, II/64), dan Al-Muwaththa` Al-Mâlik (no. 473, I/202)]
24. Dari Al-Barra` bin Azib radhiyallahu ‘anhu
٢٤- عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: حَسِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيدُ الْقُرْآنَ حُسْنًا
Dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perindahlah Al-Qur`an dengan suara kalian, karena suara yang merdu menambah keindahan Al-Qur`an.” [Shahih: Sunan ad-Dârimî (no. 3501, II/565) dan Syu’abul Imam Al-Baihaqî (no. 2141, II/368)]
Dalam riwayat Ibnu Hibban, an-Nasa`i, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi berbunyi:
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
“Hiasilah Al-Qur`an dengan suara-suara kalian.”
25. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
٢٥- عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: حُسْنُ الصَّوْتِ زِينَةُ الْقُرْآنِ
Dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suara merdu bisa memperindah Al-Qur`an.” [Hasan: Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 10023, X/82)]
26. Dari Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu
٢٦- عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ وَهُوَ عَلَى ظَهْرِ بَيْتِهِ وَهُوَ حُسْنُ الصَّوْتِ، فَجآءَ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: بَيْنَا أَقْرَأُ إِذْ غَشِيَنِي شَيْءٌ كَالسَّحَابِ وَالْمَرْأَةَ فِي الْبَيْتِ وَالْفَرَسَ فِي الدَّارِ فَتَخَوَّفْتُ أَنْ تُسْقِطَ الْمَرْأَةَ وَتَنْفَلِتَ الْفَرَسَ فَانْصَرَفَتْ. فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِقْرَأْ يَا أُسَيْدُ! فَإِنَّمَا هُوَ مَلَكٌ اسْتَمَعَ الْقُرْآنَ
Bahwa dia membaca Al-Qur`an di dalam rumahnya, sementara dia merdu suaranya. Lalu dia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Ketika aku membaca Al-Qur`an tiba-tiba sesuatu meliputiku seperti awan, semetara istriku di rumah dan kudaku di kandang. Aku khawatir ia membuat istriku keguguran (saat itu sedang mengandung–penj) dan membuat panik kudaku, lalu ia pun hilang.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Bacalah wahai Usaid! sesungguhnya dia adalah malaikat yang sedang mendengarkan Al-Qur`an.” [Shahih: Mushannaf Abdrurrazzâq (no. 4182, II/486), Al-Mustadrak Al-Hakim (no. 5259, III/326), dan Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 563, I/207)]
27. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
٢٧- عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللّٰهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ لَيْتَنِى أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِىَ فُلاَنٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللّٰهُ مَالاً فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِى الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِى أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِىَ فُلاَنٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh hasad kecuali kepada dua jenis orang: seseorang yang Allah ajarkan Al-Qur`an sementara dia membacanya pada malam hari dan siang hari lalu tetangganya mendengarnya lalu berkata, ‘Andai saja aku diberi seperti yang diberikan kepada fulan tentu aku akan mengerjakan seperti yang dikerjakannya’, dan seseorang yang diberi Allah harta lalu dia menghabiskannya di dalam kebenaran lalu seseorang berkata, ‘Andai saja aku diberi seperti yang diberikan kepada fulan tentu aku akan mengerjakan seperti apa yang dikerjakannya.’” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4738, IV/1919), Shahîh Muslim (no. 815, I/559), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 90, I/292), Sunan At-Tirmidzî (no. 1936, IV/330), Shahîh Muslim (no. 5841, III/462), Sunan Ibnu Mâjah (no. 4209, II/1408), dan Musnad Ahmad (no. 4550, II/8)]
28. Dari Abdurrahman bin Syabl radhiyallahu ‘anhu
٢٨- عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ. فَإِذَا عَلِمْتُمُوهُ فَلَا تَغْلُوا فِيهِ، وَلَا تَجْفُوا عَنْهُ، وَلَا تَأْكُلُوا بِهِ، وَلَا تَسْتَكْثِرُوا بِهِ
Dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pelajarilah Al-Qur`an. Apabila kalian telah berilmu tentangnya maka jangan berlebih-lebihan terhadapnya, jangan meremehkannya, jangan mencari makan dengannya, dan jangan berbangga-bangga dengannya.” [Shahih: Sunan an-Nasâ`î (no. 990, I/544), Musnad Ahmad (no. 15568, III/428), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2687, II/551)]
29. Dari an-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu
٢٩- عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: يُؤْتَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا، تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا
Dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari Kiamat Al-Qur`an dan ahlinya yang dahulu mengamalkannya sewaktu di dunia didatangkan. Ia dipandu oleh surat Al-Baqarah dan Ali Imran.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan keduanya dengan tiga perumpamaan tetapi aku lupa, sepertinya beliau bersabda bahwa seolah-olah keduanya adalah dua awan atau dua naungan hitam yang di antara keduanya ada cahaya atau seolah-olah keduanya kelompok burung berbaris yang menaungi pemilik keduanya.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 805, I/551) dan Sunan At-Tirmidzî (no. 2883, V/160)]
30. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma
٣٠- عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَأَنِى جِبْرِيلُ عَلَى حَرْفٍ فَرَاجَعْتُهُ، ثُمَّ لَمْ أَزَلْ أَسْتَزِيدُهُ حَتَّى انْتَهَى إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril membacakan kepadaku Al-Qur`an dengan suatu qiraah lalu aku mengulang-ulangnya, kemudian aku meminta terus agar dia menambah, lalu dia pun menambah untukku hingga menjadi tujuh qiraah.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 3047, III/1177), Shahîh Muslim (no. 818, I/561), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 737, III/11), dan Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 1045)]
31. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
٣١- عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَشْتَدُّ عَلَيْهِ لَهُ أَجْرَانِ
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seseorang yang mahir dalam Al-Qur`an bersama dengan malaikat yang mulia lagi taat, dan seseorang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata mendapat dua pahala.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4653, IV/1882), Shahîh Muslim (no. 798, I/549), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 767, III/44), Sunan At-Tirmidzî (no. 2904, V/171), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 986, I/542), Sunan Abû Dâwûd (no. 1453, II/70), Sunan Ibnu Mâjah (no. 3779, II/1242), Musnad Ahmad (no. 24257), dan Sunan ad-Dârimî (no. 3368)]
32. Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu
٣٢- عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرَأَهُ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الظُّهْرِ كُتِبَ لَهُ كَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ اللَّيْلِ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa tidur dengan (membaca) satu hizb Al-Qur`an atau sebagian darinya lalu membacanya antara shalat Subuh dan shalat Zhuhur, maka dia akan dicatat seperti orang yang membacanya pada malam hari.” [Shahih: Shahîh Muslim (no. 747, I/515), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 2643, VI/369), Sunan At-Tirmidzî (no. 581, II/474), Shahîh Muslim (no. 1643, I/457), Sunan Abû Dâwûd (no. 1313, II/34), Sunan Ibnu Mâjah (no. 1343), dan Sunan ad-Dârimî (no. 1477, I/412)]
33. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
٣٣- عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ قُلْتُ: إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ: اقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur`an dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku sanggup lebih dari itu,” hingga beliau bersabda, “Bacalah ia dalam tujuh hari dan jangan kurang dari itu.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 4767, IV/1924), Shahîh Muslim (no. 1159, II/418), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 757, III/34), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 1035, I/561), Sunan Abû Dâwûd (no. 1390, III/54), Sunan Ibnu Mâjah (no. 1346, I/428), dan Musnad Ahmad (no. 6546, II/165)]
34. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma
٣٤- عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلاَثٍ لَمْ يَفْقَهْهُ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Qur`an kurang dari tiga hari tidak akan bisa memahaminya.” [Shahih: Sunan At-Tirmidzî (no. 2946, V/196), Sunan ash-Shugrâ an-Nasâ`î (no. 1037), Sunan Ibnu Mâjah (no. 1347, I/428), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2168, II/394)]
35. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma
٣٥- عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ. فَلَرَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan. Keadaan beliau paling dermawan adalah pada bulan Ramadhan saat ditemui oleh Jibril. Dia menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarrus Al-Qur`an. Sungguh Rasulullah adalah yang paling dermawan dalam kebaikan melebihi angin yang berhembus.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 6, I/61) dan Shahîh Muslim (no. 2308, IV/1803), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 3440, VIII/225), Shahîh Muslim (no. 2406, II/64), dan Musnad Ahmad (no. 2042, I/230)]
36. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha
٣٦- عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ قَطَعَ آيَةً آيَةً. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، ثُمَّ يَقِفُ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، ثُمَّ يَقِفُ
قَالَ ابْنُ أَبِي مَلِيْكَةَ: وَكَانَتْ أُمُّ سَلَمَةَ تَقْرَأُهَا مَلِك
Dia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Qur`an beliau memutus per ayat. Alhamdu lillâhi rabbil âlamîn lalu berhenti, ar-rahmânir râhîm lalu berhenti.”
Ibnu Abi Malikah berkata, “Ummu Salamah membacanya maliki (dengan ma pendek bukan panjang–penj).” [Shahih: Al-Mustadrak Al-Hâkim (no. 2910, II/252), Sunan Abû Dâwûd (no. 4001, IV/37), Musnad Ahmad (no. 26625, VI/302), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2587, II/520)]
37. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu
٣٧- عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللّٰهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ، وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ، وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah memuliakan muslim yang sudah tua, hamilul Qur`an tanpa berlebihan dan meremehkan, dan memuliakan penguasa yang adil.” [Hasan: Sunan Abû Dâwûd (no. 4834, IV/261), Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2685, II/550), Musnad Al-Bazzar (no. 3070, VIII/74), dan Mu’jam Al-Ausath Ath-Thabarânî (no. 6736, VII/21)]
38. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu
٣٨- عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَيَخْرُجُ أَقْوَامٌ مِنْ أُمَّتِي يَشْرَبُونَ الْقُرْآنَ كَشُرْبِهِمُ اللَّبَنَ
Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan keluar beberapa kaum dari umatku yang meminum Al-Qur`an seperti mereka meminum susu.” [Hasan: Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 821, XVII/297), dan Musnad ar-Rûyânî (no. 249, I/188)]
Maksudnya, mereka membacanya dengan lisan mereka tanpa merenungi makna-maknanya dan tidak merenungkan hukum-hukumnya, tetapi sekedar lewat begitu saja di lisannya sebagaimana lewatnya susu yang diminum dengan cepat (di tenggorokan).
39. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
٣٩- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الْجِدَالُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdebat dalam Al-Qur`an adalah kekufuran.” [Shahih: Sunan Abû Dâwûd (no. 4603, IV/199), Al-Mustadrak Al-Hâkim (no. 2803, II/243), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2256, II/416)]
40. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma
٤٠- عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ فِى ثَوْبٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَقُولُ: أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِى اللَّحْدِ
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dalam satu kafan dua orang yang gugur dalam perang Uhud, lalu beliau bersabda, “Siapa di antara mereka yang lebih banyak hafal Al-Qur`an?” Ketika ditunjukkan kepada salah seorang dari keduanya, beliau mendahulukannya di liang lahat.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahîh Al-Bukhârî (no. 1282, I/452), Shahîh Muslim (no. 2296), Shahîh Ibnu Hibbân (no. 3183, VII/456), Sunan At-Tirmidzî (no. 1036, III/354), Sunan an-Nasâ`î (no. 2802, I/635) dan selain mereka]
Selesai dengan pertolongan Allah dan karuania-Nya pada hari Rabu 11 Syawal 1427 dari hijrahnya Al-Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar menjadikannya ikhlas dan diterima oleh-Nya, dan menjadikan hadits-hadits ini bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.
Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk mengampuniku, guru-guruku, sahabat-sahabatku yang telah membantu, dan sahabat-sahabatku lain yang mendoakanku. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.[]
Abu Muhammad Al-Biqa’i asy-Syami Al-Atsari
